TNI Bantu Perbaikan Jembatan Penghubung Antar Desa di Tapanuli Tengah Menteri PUPR Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Infrastruktur di Jember Samuel Wattimena Ajak Atlet Sepak Takraw Kendal Mengutamakan Prestasi Akademik Tadarus Melingkar Pererat Kebersamaan di Pesantren Ar‑Raudlatul Hasanah, Medan Pakistan Dilaporkan Melancarkan Serangan Udara di Beberapa Wilayah Afghanistan Monas Dikunjungi Sekitar 2.837 Orang pada Minggu Pertama Ramadhan

Dunia

Afghanistan Minta Penguatan Proses Doha dalam Pertemuan dengan PBB

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Afghanistan Desak Penguatan Proses Doha dalam Pertemuan dengan PBB

Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, mengangkat isu penguatan Proses Doha dalam pertemuan dengan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam pertemuan tersebut, ia membahas perkembangan yang berkaitan dengan inisiatif diplomatik tersebut, menekankan perlunya kelanjutan dan penguatan mekanisme yang ada.

Pembicaraan berlangsung secara formal antara delegasi Afghanistan dan pejabat tinggi PBB. Fokus utama pertemuan difokuskan pada evaluasi perkembangan Proses Doha dan upaya untuk memperkuat peran mekanisme itu ke depan. Pertemuan itu menegaskan kembali perhatian Afghanistan terhadap proses diplomasi yang berlangsung di Doha.

Meski rincian percakapan tidak dipublikasikan secara lengkap, pertemuan ini menunjukkan bahwa pemerintah Afghanistan memprioritaskan dialog internasional seputar Proses Doha dan berusaha memperoleh dukungan dari komunitas internasional, termasuk badan-badan PBB. Pertemuan semacam ini menandakan adanya komunikasi langsung antara otoritas Afghanistan dan struktur PBB terkait isu yang dianggap strategis.

Makna dan Tujuan Pertemuan

Permintaan penguatan Proses Doha yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri mencerminkan keinginan untuk melihat peran yang lebih efektif dari forum tersebut dalam menangani isu-isu yang menjadi perhatian pihak Afghanistan. Proses Doha, sebagai wadah perundingan dan diplomasi, menjadi titik fokus dalam upaya menyusun arah kerja sama dan solusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan internasional.

Pertemuan dengan perwakilan PBB ini memberikan ruang untuk menyampaikan pandangan Afghanistan tentang bagaimana Proses Doha berkembang dan apa yang diperlukan agar proses tersebut berjalan lebih efektif. Inisiatif seperti ini biasanya bertujuan membangun pemahaman bersama dan mencari langkah-langkah konkret yang didukung oleh komunitas internasional.

Dialog Lanjutan dan Implikasi Diplomatik

Dengan adanya pembahasan langsung bersama PBB, diharapkan ada tindak lanjut yang memperkuat kerja sama antara Afghanistan dan badan-badan internasional. Dialog semacam ini penting untuk menjaga saluran komunikasi terbuka dan memastikan isu-isu yang menjadi perhatian dapat dibawa ke forum-forum yang lebih luas.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan kemungkinan akan terus memantau perkembangan dan mengevaluasi langkah-langkah yang diperlukan untuk memperkuat Proses Doha. Pertemuan juga menegaskan pentingnya keterlibatan aktor internasional dalam mencari solusi yang berkelanjutan melalui jalur diplomasi.

Kesimpulan

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi dan perwakilan PBB menyoroti permintaan Afghanistan untuk memperkuat Proses Doha. Pembicaraan tersebut menegaskan prioritas diplomatik Afghanistan untuk menjaga dan mengembangkan mekanisme dialog internasional yang dianggap strategis, serta mencari dukungan dari komunitas internasional untuk langkah-langkah ke depan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pakistan Dilaporkan Melancarkan Serangan Udara di Beberapa Wilayah Afghanistan

22 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Trump Umumkan Kenaikan Tarif Global Baru dari 10% ke 15%

22 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Trump Terbitkan Deklarasi Keadaan Darurat untuk Washington, D.C. Terkait Tumpahan Limbah

22 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Prabowo Tegaskan Penghormatan terhadap Proses Politik AS Menyusul Putusan MA soal Tarif Trump

22 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Tarif, Trump Nyatakan Kecewa

21 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia