BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Akademisi STIH Muhammadiyah Takengon Ajak Siswa SD Negeri 11 Pegasing Tetap Bersekolah di Tengah Bencana

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Ajakan untuk Melanjutkan Pendidikan di Masa Bencana

Seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Takengon mengimbau seluruh siswa di SD Negeri 11 Pegasing agar tetap bersekolah meski situasi sedang diliputi bencana. Ajakan ini ditujukan untuk mendorong keberlanjutan proses belajar di tengah kondisi darurat, sekaligus memperlihatkan perhatian dunia pendidikan terhadap kondisi siswa yang terdampak.

Fokus pada kelangsungan pendidikan

Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga rutinitas pendidikan bagi anak-anak, walaupun tantangan bencana dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Menjaga akses ke sekolah dan pembelajaran dianggap krusial agar perkembangan akademis dan sosial anak-anak tetap terjaga di masa sulit.

Peran institusi pendidikan dan masyarakat

Ajakan dari pihak akademisi merefleksikan peran yang lebih luas dari institusi pendidikan dan komunitas setempat dalam menjaga hak belajar anak. Dukungan dari berbagai pihak—baik lembaga pendidikan, orangtua, maupun masyarakat—memegang peranan penting untuk memastikan anak-anak dapat terus belajar, menerima bimbingan, dan memperoleh rasa aman saat beraktivitas di lingkungan sekolah.

Perhatian terhadap anak-anak terdampak

Meskipun kondisi bencana membawa berbagai hambatan, upaya mempertahankan kegiatan belajar di sekolah menjadi salah satu cara untuk memberi stabilitas bagi anak-anak. Sekolah dapat berfungsi sebagai ruang aman sementara yang membantu anak mempertahankan rutinitas belajar dan interaksi sosial dengan teman-teman sebayanya.

Implikasi bagi pemangku kebijakan

Ajakan ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pihak pendidikan dan pemangku kebijakan lokal untuk menyiapkan langkah-langkah penunjang ketika bencana terjadi. Upaya tersebut meliputi memastikan fasilitas sekolah aman dilalui, menyediakan dukungan psikososial, serta menata mekanisme alternatif pembelajaran bila diperlukan.

Pesan bagi orangtua dan pendidik

Bagi orangtua dan pendidik, ajakan semacam ini menjadi pengingat agar terus memprioritaskan pendidikan anak, sambil tetap menjaga keselamatan. Memfasilitasi kelanjutan belajar, baik melalui kehadiran fisik di sekolah ketika memungkinkan atau melalui alternatif lain yang aman, menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan anak di masa sulit.

Gagasan untuk tetap bersekolah di tengah bencana yang disampaikan oleh akademisi dari STIH Muhammadiyah Takengon kepada siswa SD Negeri 11 Pegasing mencerminkan perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di daerah terdampak. Upaya menjaga kesinambungan pendidikan diharapkan dapat membantu memulihkan rasa normalitas dan mendukung kesejahteraan generasi muda.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora