PDB AS Kuartal IV 2025 Tumbuh 1,4% Tahunan, Jauh di Bawah Estimasi Pemkot Jakarta Utara Awasi Restoran dan Tempat Hiburan yang Beroperasi Selama Ramadhan Ngabuburit dengan Buku: Perpustakaan Keliling Hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri Mazhab Syafi’i: Niat Puasa Wajib Diperbarui Setiap Malam, Penjelasan dari PBNU Akses Desa Sibio-Bio di Tapanuli Tengah Masih Terisolasi, Warga Bergotong-royong Menyeberangi Sungai KAI Sediakan 136.045 Tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang

Nusantara

Akses Desa Sibio-Bio di Tapanuli Tengah Masih Terisolasi, Warga Bergotong-royong Menyeberangi Sungai

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Akses Terputus, Penduduk Menyeberangi Sungai untuk Beraktivitas

Akses jalan menuju Desa Sibio-Bio di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, masih belum tersambung sehingga warga setempat memilih menyeberangi aliran sungai untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terlihat saat sejumlah penduduk secara bergotong-royong memindahkan sepeda motor melintasi arus Sungai Muara di kawasan Sibabangun.

Upaya gotong-royong di lokasi

Dalam situasi tersebut, warga bekerja bersama untuk mengangkat dan memindahkan kendaraan bermotor satu per satu melewati aliran sungai. Foto yang menggambarkan kejadian itu memperlihatkan suasana kebersamaan masyarakat ketika melintasi bagian sungai yang menjadi jalur sementara keluar-masuk desa.

Kesulitan mobilitas

Keterputusan akses mengakibatkan perubahan cara warga berpergian: rute yang biasa dilalui tidak dapat digunakan, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk melakukan penyeberangan manual di titik sungai. Langkah ini diambil sebagai jalan sementara agar penduduk dapat mencapai tempat lain di luar desa.

Risiko dan tantangan

Menyeberangi sungai dengan membawa kendaraan menimbulkan risiko keselamatan serta tantangan teknis. Proses pengangkutan kendaraan memerlukan tenaga bersama agar sepeda motor tidak hanyut atau rusak oleh arus air. Selain itu, kegiatan ini memakan waktu dan tenaga, terutama ketika sejumlah kendaraan harus dipindahkan demi menjaga kelancaran mobilitas.

Peran komunitas

Kondisi tersebut menunjukkan peran penting solidaritas sosial di tingkat desa. Kerja sama antarwarga menjadi cara utama untuk mengatasi keterbatasan akses sampai solusi permanen tersedia. Aksi bersama ini juga mencerminkan keterbatasan sarana transportasi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat.

Situasi sementara

Hingga saat ini, upaya menyeberangi Sungai Muara menjadi langkah sementara yang diambil masyarakat Desa Sibio-Bio untuk tetap melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. Foto dokumentasi yang tersebar merekam momen warga mengangkat motor menyeberangi aliran sungai di Sibabangun, yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Harapan pemulihan akses

Penduduk setempat berharap akses ke desa dapat segera pulih agar kegiatan sehari-hari tidak lagi membutuhkan penyeberangan manual. Keterhubungan jalan yang kembali normal menjadi kebutuhan utama agar mobilitas, layanan, dan distribusi barang dapat berjalan lancar tanpa risiko tambahan.

Keadaan di Desa Sibio-Bio menunjukkan bagaimana masyarakat bertindak adaptif menghadapi keterbatasan infrastruktur. Sampai kondisi kembali normal, warga tetap mengandalkan gotong-royong untuk menyeberangkan kendaraan dan memastikan kegiatan rutin tetap berlangsung.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KAI Sediakan 136.045 Tiket Angkutan Lebaran di Stasiun Malang

21 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Komisi IX DPR dan BBPOM Makassar Kunjungi Pasar Maricayya

21 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

KAI Daops 4 Semarang Pastikan 173 Sarana Siap untuk Angkutan Lebaran 2026

21 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Mencegah Sengketa, Menteri ATR Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf di Banten

20 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Banjir di Grobogan dan Demak Terus Berlanjut Nyaris Seminggu, BNPB Lakukan Penanganan Intensif

20 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara