Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sebuah investasi jangka panjang yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya penyediaan makanan bergizi tidak sekadar program sosial, melainkan langkah strategis yang memiliki dampak luas bagi masa depan generasi muda.
Dalam pandangannya, kebijakan yang memprioritaskan akses terhadap pangan bergizi bagi kelompok sasaran dipandang memiliki nilai investasi karena manfaatnya akan tampak pada aspek-aspek pengembangan manusia di kemudian hari. Penekanan pada komponen gizi di dalam program dianggap penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar, yang pada gilirannya berpengaruh pada kapasitas SDM di wilayah yang menjadi target.
Penilaian tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana program semacam MBG dapat disusun dan dilaksanakan agar efektif serta berkelanjutan. Aspek perencanaan, pengawasan, dan pemantauan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai kepada penerima yang tepat dan memberikan hasil yang diharapkan dalam jangka panjang.
Pendekatan investasi jangka panjang pada kebijakan gizi memperlihatkan pemikiran yang menempatkan prioritas pada hasil jangka panjang ketimbang dampak sesaat. Dengan demikian, perhatian terhadap mutu dan kontinuitas program menjadi faktor kunci. Hal ini mencakup ketepatan sasaran, konsistensi pelaksanaan, serta keterpaduan dengan program lain yang mendukung pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Walaupun penekanan utama pernyataan tersebut berada pada aspek investasi dan kualitas SDM, implementasi di lapangan memerlukan sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah, penyelenggara program, tenaga pendidik, hingga keluarga dan komunitas setempat berperan dalam memastikan bahwa intervensi gizi memberikan manfaat maksimal untuk anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Di samping itu, keberlanjutan pendanaan dan komitmen anggaran juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar program dapat berjalan sesuai tujuan. Pendekatan yang holistik serta perencanaan anggaran yang matang menjadi prasyarat agar manfaat yang diharapkan dapat terwujud secara konsisten dari waktu ke waktu.
Pentingnya pengukuran dampak juga tidak bisa diabaikan. Evaluasi berkala akan membantu menilai efektivitas kegiatan dan menyesuaikan strategi bila diperlukan. Dengan adanya data dan bukti yang jelas, program dapat terus ditingkatkan dan mendapat dukungan yang lebih luas bila terbukti memberikan hasil positif bagi peningkatan kualitas SDM.
Pernyataan Lalu Hadrian Irfani tentang MBG sebagai investasi jangka panjang menempatkan isu gizi pada posisi strategis dalam rangka membangun kapasitas manusia. Pendekatan ini menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM memerlukan intervensi yang berkelanjutan dan terkoordinasi, serta komitmen dari berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.
Secara ringkas, pandangan tersebut menggarisbawahi bahwa program yang fokus pada penyediaan makanan bergizi memiliki potensi lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan sehari-hari; ia dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM yang memperkuat daya saing dan kualitas hidup pada masa mendatang.
Foto: ANTARA News






