MediaTek dan Starlink Pamer Integrasi Komunikasi Satelit pada Perangkat Seluler di MWC 2026 Fadli Zon: Venice Biennale sebagai Sarana Promosi Budaya Indonesia di Kancah Dunia Diplomasi Proaktif Indonesia Meredam Eskalasi Konflik di Timur Tengah Aplikasi Trading Crypto di Indonesia Menyongsong Era “Digital Maturity” 2026 Tanpa Stephen Curry, Warriors Raih Kemenangan Tipis atas Rockets di Overtime Wendell Carter Jr Bawa Orlando Magic Kalahkan Dallas Mavericks Lewat Dunk Penentu

Dunia

Banjir dan Sambaran Petir di Malawi Tewaskan 14 Orang dan Hancurkan Ribuan Rumah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Banjir dan Petir di Malawi Sebabkan Korban Jiwa dan Kerusakan Materi

Dalam dua pekan terakhir, Malawi dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai sambaran petir. Kejadian ini telah menelan korban jiwa sebanyak 14 orang serta menyebabkan kerusakan berat pada ribuan rumah penduduk.

Data menunjukkan bahwa sekitar 8.000 rumah telah hancur akibat dampak banjir yang melanda kawasan tersebut. Curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran air meluap dan menggenangi pemukiman warga, sementara sambaran petir menambah risiko keselamatan bagi masyarakat setempat.

Bencana alam ini menimbulkan duka mendalam dan tantangan besar bagi pemerintah serta lembaga kemanusiaan yang berupaya memberikan bantuan dan rehabilitasi bagi para korban.

Upaya penanggulangan terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana dan membantu warga yang terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan normal secepat mungkin.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekjen PBB Serukan Penghentian Perlombaan Senjata

6 Maret 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Iran Bantah Laporan Militer AS yang Menuding Kemampuan Rudal Menurun

5 Maret 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Iran Bentuk Badan Pemerintahan Sementara Usai Wafatnya Khamenei

5 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

UEA Klaim Telah Mencegat Lebih dari 180 Rudal Balistik Sejak Serangan Balasan Iran

5 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Senat AS Gagal Mengesahkan Resolusi untuk Menghentikan Aksi Militer di Iran

5 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia