BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

Bank Tanah Dampingi Warga Penajam Paser Utara Kelola Lahan Reforma Agraria Terdampak PSN

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bank Tanah Turun Tangan untuk Warga Terdampak PSN

Badan Bank Tanah memberikan pendampingan kepada warga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang terdampak oleh pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya ini difokuskan pada pengelolaan lahan yang akan masuk skema reforma agraria, dengan tujuan membantu masyarakat menghadapi perubahan penggunaan lahan akibat proyek tersebut.

Fokus Pendampingan

Pendampingan yang dilakukan menekankan aspek pengelolaan lahan dalam konteks reforma agraria. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan warga mendapatkan informasi yang diperlukan terkait status lahan dan langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam proses pengelolaan serta pemanfaatan lahan secara lebih teratur dan tertata.

Peran lembaga di sini bersifat sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat selama proses adaptasi terhadap kebijakan dan perubahan tata guna lahan yang dipengaruhi oleh proyek infrastruktur besar tersebut. Pendampingan diharapkan membantu memperjelas langkah administratif yang berhubungan dengan lahan, sekaligus menjaga hak-hak warga terdampak.

Manfaat bagi Masyarakat Lokal

Bagi warga yang berada di area terdampak, pendampingan ini memberikan kepastian serta arahan dalam menghadapi dinamika seputar kepemilikan dan pengelolaan lahan. Dengan pendampingan, masyarakat mendapat akses terhadap proses yang lebih terstruktur dalam rangka pengelolaan lahan reforma agraria, sehingga diharapkan dapat meminimalkan kebingungan dan potensi konflik yang timbul akibat perubahan lahan.

Pentingnya Pendekatan Terpadu

Pendampingan oleh Badan Bank Tanah mencerminkan perlunya pendekatan yang terpadu ketika suatu proyek skala besar memengaruhi ruang hidup masyarakat. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, pihak terkait proyek, dan komunitas lokal menjadi kunci untuk mengelola dampak sosial dan tata guna lahan secara adil dan tertib.

Dengan adanya pembinaan dan pendampingan, proses pengelolaan lahan diharapkan berjalan lebih transparan dan akuntabel. Pendekatan yang sistematis juga membantu memetakan kebutuhan masyarakat serta menyusun langkah-langkah yang sesuai dalam rangka penataan kembali lahan yang terlibat dalam skema reforma agraria.

Harapan ke Depan

Langkah pendampingan ini diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengelolaan lahan yang lebih baik bagi warga terdampak PSN di Penajam Paser Utara. Dengan dukungan institusi terkait, proses pengelolaan tanah dalam rangka reforma agraria diharapkan berjalan dengan memperhatikan kepentingan dan hak-hak masyarakat setempat.

Pendekatan yang mengutamakan keterlibatan warga lokal serta pendampingan yang konsisten diyakini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penataan lahan, sehingga target reformasi agraria dan penataan ruang yang berkeadilan dapat lebih mudah dicapai.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi