Papua Ekspor 17,8 Ton Tuna Olahan ke Amerika Serikat, Dorong Hilirisasi Perikanan Bergaul dengan Orang ‘Toxic’ Dapat Mempercepat Proses Penuaan, Kata Studi Psikologi Bappenas Tekankan Jaminan Keamanan Saat Perluasan Akses Keuangan HYBE Umumkan Weverse Con HYBE 2026 Digelar di KSPO Dome 88 Lawn Field Kiat King Nassar: Berani Ambil Peluang dan Jangan Menunda AHY: Indonesia Perlu Kapasitas Tampungan Air 150 Meter Kubik per Kapita

Ekonomi

Bappenas Tekankan Jaminan Keamanan Saat Perluasan Akses Keuangan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bappenas menegaskan bahwa upaya memperluas akses ke layanan keuangan tidak boleh mengabaikan aspek keamanan bagi masyarakat. Perluasan ini dinilai penting untuk meningkatkan inklusi ekonomi, tetapi harus dilaksanakan dengan langkah-langkah yang menjamin perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan.

Fokus utama yang disorot adalah perlunya keseimbangan antara akses yang lebih mudah ke produk dan layanan keuangan dengan mekanisme pengendalian risiko. Tanpa adanya kerangka perlindungan yang memadai, masyarakat berpotensi menghadapi berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan data, penipuan, atau eksposur terhadap produk yang tidak sesuai dengan profil risiko mereka.

Salah satu aspek penting adalah penguatan regulasi dan pengawasan. Menurut prinsip yang diangkat, otoritas terkait dan penyedia jasa keuangan perlu meningkatkan koordinasi untuk memastikan inovasi layanan tidak melompat dari sisi kepatuhan dan keamanan. Pengawasan yang efektif diharapkan mampu mendeteksi potensi risiko lebih dini dan merespons ancaman yang muncul seiring transformasi digital sektor keuangan.

Selain itu, perlindungan konsumen menjadi elemen kunci dalam proses perluasan layanan. Edukasi keuangan kepada masyarakat dinilai perlu ditingkatkan agar nasabah memahami hak, kewajiban, serta risiko yang mungkin timbul ketika menggunakan produk keuangan baru. Transparansi dalam penyampaian informasi produk juga merupakan upaya esensial untuk meminimalkan kesalahpahaman yang dapat merugikan pengguna layanan.

Transformasi digital disebut sebagai pendorong utama perluasan akses, namun juga membawa tantangan keamanan siber dan kerentanan data. Oleh karena itu, penerapan standar teknologi yang aman, praktik manajemen risiko siber yang baik, serta perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dari strategi pengembangan layanan keuangan yang inklusif.

Partisipasi berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pengawas dianggap penting untuk memastikan perluasan akses berjalan seiring dengan upaya mitigasi risiko. Kolaborasi ini dapat mencakup pengembangan kebijakan, penetapan standar operasional, serta inisiatif bersama untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan baru.

Di tingkat implementasi, adaptasi regulasi terhadap perkembangan produk dan saluran distribusi baru juga dinilai perlu. Fleksibilitas kebijakan yang tetap menjaga prinsip kehati‑hatian memungkinkan inovasi yang aman dan bertanggung jawab tanpa mengorbankan perlindungan publik.

Secara keseluruhan, pesan inti yang disampaikan menekankan bahwa perluasan akses keuangan harus mengedepankan prinsip keamanan dan perlindungan masyarakat. Pengembangan sektor keuangan yang inklusif diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan apabila didukung oleh pengawasan yang efektif, kebijakan yang responsif, teknologi aman, serta upaya peningkatan literasi dan perlindungan konsumen.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Papua Ekspor 17,8 Ton Tuna Olahan ke Amerika Serikat, Dorong Hilirisasi Perikanan

24 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Kemenko Ekonomi: Kopdes Merah Putih Kunci Pengelolaan Energi Berbasis Komunitas

23 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Antam Naik Rp16.000, Tercatat Rp3,028 Juta per Gram

23 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News

Putusan Mahkamah Agung AS Dorong Sentimen Positif, IHSG Diperkirakan Menguat Pekan Depan

22 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Sepekan Ekonomi: Sorotan pada THR ASN dan Pembicaraan Tarif Pascahasil MA AS

22 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi