KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana

Ekonomi

BEI Akan Ungkap Data Kepemilikan Saham Di Bawah 5 Persen Awal Februari

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BEI Publikasikan Data Kepemilikan Minoritas

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan langkah untuk meningkatkan keterbukaan informasi di pasar modal dengan merilis data mengenai kepemilikan saham yang berada di bawah ambang 5 persen. Pengumuman ini dijadwalkan berlangsung pada awal Februari, sebagai bagian dari upaya BEI memperkuat transparansi pasar.

Langkah tersebut menunjukkan perhatian BEI terhadap kebutuhan pelaku pasar akan informasi yang lebih jelas terkait struktur kepemilikan perusahaan tercatat. Informasi tentang pemegang saham minoritas seringkali menjadi bahan analisis bagi investor, emiten, dan analis yang memantau dinamika kepemilikan serta pergerakan saham di bursa.

Tujuan dan konteks

Menurut pernyataan BEI, inisiatif ini merupakan manifestasi komitmen untuk menjadikan pasar modal lebih terbuka dan informatif. Dengan adanya data kepemilikan di bawah 5 persen, diharapkan tingkat keterbukaan mengenai komposisi pemegang saham semakin meningkat, meskipun detail teknis terkait format dan cakupan publikasi disampaikan oleh BEI dalam pengumuman resminya.

Manfaat bagi pemangku kepentingan

Penerbitan data semacam ini memiliki beberapa manfaat potensial bagi berbagai pihak. Investor dapat menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi, sementara emiten mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang distribusi kepemilikan di antara pemegang saham kecil. Selain itu, analis pasar dan peneliti dapat memanfaatkan data ini untuk memetakan tren kepemilikan dan perilaku perdagangan.

Peran transparansi dalam pasar modal

Transparansi dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat kepercayaan pasar. Dengan akses yang lebih mudah terhadap informasi struktural seperti kepemilikan saham, pelaku pasar memiliki landasan yang lebih baik untuk mengevaluasi risiko dan peluang. BEI menegaskan bahwa upaya peningkatan keterbukaan informasi merupakan bagian dari fungsi pengelolaan pasar yang bertujuan mendukung integritas dan efisiensi bursa.

Pelaksanaan dan akses publik

Informasi yang akan dipublikasikan oleh BEI dijadwalkan pada periode awal Februari. Rincian mengenai mekanisme akses data, format penyajian, serta cara publik dapat memperoleh laporan tersebut akan disampaikan saat publikasi resmi. Para pemangku kepentingan diharapkan mengikuti pengumuman BEI untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut.

Langkah BEI ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia. Masyarakat investor dan pihak terkait dapat menantikan penerbitan data tersebut sebagai sumber informasi tambahan dalam memahami lanskap kepemilikan saham di bursa.

Gedung Bursa Efek Indonesia

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Jambi Janji Ganti Rugi untuk Nasabah yang Terdampak Gangguan Layanan

26 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Kemenperin Klarifikasi Isu Pemutusan Hubungan Kerja di Pabrik Mie Sedaap

26 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi