Jakarta — Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa BEI akan mengerahkan segala upaya untuk menindaklanjuti rencana yang disampaikan oleh MSCI. Pernyataan itu menegaskan komitmen bursa untuk merespons perkembangan yang berhubungan dengan indeks global tersebut.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Yetna menyampaikan bahwa BEI memandang penting langkah-langkah responsif terhadap informasi dan rencana dari penyedia indeks seperti MSCI. Menurutnya, bursa memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasar modal Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan perubahan eksternal sembari menjaga keterbukaan dan stabilitas pasar.
Gambar yang menyertai pemberitaan menunjukkan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah pada sesi terakhir, mencerminkan dinamika yang sedang berjalan di pasar saham domestik. Meski demikian, BEI menyatakan akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan dan praktik tata kelola pasar modal.
Yetna menggarisbawahi bahwa tindak lanjut terhadap rencana MSCI tidak hanya soal langkah teknis di bursa, tetapi juga menyangkut koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk emiten dan pelaku pasar. Hal ini penting agar setiap proses penyesuaian dapat dilaksanakan secara terukur dan transparan, serta dapat meminimalkan potensi gejolak yang tidak perlu.
Lebih lanjut, BEI menilai bahwa komunikasi yang baik antara otoritas pasar, perusahaan tercatat, dan investor menjadi elemen kunci dalam menghadapi perubahan yang berkaitan dengan indeks internasional. Komunikasi tersebut diharapkan membantu semua pihak memahami implikasi serta menyiapkan langkah-langkah adaptif sesuai peran masing-masing.
Sumber berita mencantumkan pernyataan langsung dari pejabat BEI tanpa merinci rencana operasional secara rinci. Namun, pesan utama yang disampaikan adalah adanya kesiapan dan upaya aktif dari bursa untuk merespons perkembangan yang berasal dari pihak eksternal seperti MSCI.
Penguatan tata kelola, transparansi informasi, serta upaya menjaga likuiditas pasar biasanya menjadi perhatian dalam berbagai proses penyesuaian yang berdampak pada pasar modal. BEI akan terus mengedepankan prinsip-prinsip tersebut dalam pelaksanaan tugasnya, sejalan dengan komitmen untuk mempertahankan kepercayaan investor.
Pihak bursa juga menegaskan pentingnya perlunya koordinasi lintas pemangku kepentingan agar setiap langkah tindak lanjut dapat terlaksana dengan baik. Hal ini mencakup dialog berkelanjutan untuk memastikan strategi yang diambil selaras dengan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.
BEI berjanji akan memberikan informasi lanjutan sesuai kebutuhan dan perkembangan, sehingga pelaku pasar dapat memperoleh kepastian informasi terkait langkah-langkah yang diambil. Pernyataan tersebut menegaskan peran BEI sebagai fasilitator dan pengatur pasar untuk menjaga keteraturan dan keandalan sistem perdagangan efek.
Dengan posisi sebagai institusi utama di pasar modal Indonesia, BEI menyadari pentingnya respons yang cepat dan terkoordinasi ketika terjadi penyesuaian yang diinisiasi oleh penyedia indeks internasional. Komitmen untuk mengerahkan segala upaya ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal nasional di mata investor domestik maupun asing.
Foto: ANTARA News






