BGN Mendorong Pemda Maksimalkan Akses KUR untuk Pekerja Keramba Cirata
Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja keramba yang beraktivitas di Waduk Cirata. Inisiatif ini diarahkan agar pelaku usaha skala kecil di sektor keramba dapat naik kelas, baik dari sisi kemampuan produksi maupun ketahanan ekonomi keluarga.
Usaha yang dijalankan oleh pekerja keramba di waduk seperti Cirata selama ini memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapat akses pembiayaan yang memadai. BGN menilai bahwa ketersediaan pembiayaan yang tepat dapat membuka kesempatan bagi para pekerja untuk memperkuat usaha, meningkatkan skala produksi, dan memperbaiki pendapatan.
Upaya peningkatan akses pembiayaan tersebut bukan hanya soal perolehan dana. Menurut BGN, optimalisasi akses KUR idealnya juga disertai pembinaan sehingga penerima kredit mampu memanfaatkan modal secara produktif. Pendekatan terpadu diharapkan dapat membantu pekerja keramba mengelola usaha dengan lebih efisien dan berkelanjutan.
BGN menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, penyedia layanan keuangan, dan pelaku usaha lokal. Dengan kerja sama yang baik, persoalan administratif, persyaratan, dan keterbatasan informasi yang menjadi penghalang akses KUR bisa diminimalkan sehingga lebih banyak pekerja keramba memperoleh manfaat nyata dari fasilitas pembiayaan tersebut.
Fokus pada peningkatan kapasitas usaha menjadi bagian dari tujuan utama. BGN ingin agar para pekerja tidak hanya sekadar memperoleh kredit, tetapi juga mampu mengembangkan usaha sehingga memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka.
Optimalisasi akses KUR bagi pekerja keramba di Waduk Cirata juga diharapkan memberikan dampak positif yang lebih luas. Perbaikan skala usaha dan pendapatan dapat berkontribusi pada stabilitas ekonomi lokal dan menciptakan peluang usaha penunjang lainnya, yang secara berkelanjutan mendukung pembangunan komunitas pesisir dan daerah waduk.
Pendekatan yang diusulkan BGN menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang proaktif dari pemerintah daerah dalam memfasilitasi akses pembiayaan yang inklusif. Langkah-langkah administratif yang mempermudah proses pengajuan dan penyaluran kredit, serta program pendampingan bagi penerima KUR, dapat menjadi komponen penting dalam mendukung tujuan tersebut.
Di samping itu, peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil menjadi aspek yang tidak kalah penting. BGN mengingatkan bahwa kemampuan mengelola modal, memahami skema kredit, dan merencanakan usaha menjadi faktor penentu keberhasilan pemanfaatan KUR.
Melalui dorongan ini, BGN berharap para pekerja keramba di Waduk Cirata bisa memperoleh peluang untuk meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan. Inisiatif seperti pemanfaatan KUR diharapkan menjadi salah satu jalan untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah bergerak menuju skala yang lebih baik dan berdaya tahan.
Foto: ANTARA News






