BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Nusantara

BGN: Lima Dapur Program Makan Bergizi Berjalan Optimal di Papua Pegunungan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BGN Laporkan Kelima Dapur MBG Berfungsi dengan Baik di Papua Pegunungan

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa saat ini terdapat lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan Program Makan Bergizi (MBG) secara optimal di wilayah Papua Pegunungan. Pernyataan ini menunjukkan kemajuan pelaksanaan layanan gizi di kawasan tersebut.

Menurut BGN, keberadaan SPPG merupakan bagian dari upaya memastikan akses makanan bergizi bagi kelompok rentan di wilayah terpencil. Setiap SPPG didirikan untuk memfasilitasi penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi harian, termasuk untuk anak-anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Pelaksanaan yang dinilai optimal mencakup keberlangsungan operasional dapur, ketersediaan bahan makanan, serta kemampuan unit layanan untuk menyusun menu yang sesuai kebutuhan gizi. BGN menilai bahwa kombinasi faktor tersebut membuat layanan dapat berjalan sesuai tujuan program.

Keberadaan lima SPPG di kawasan pegunungan Papua diharapkan memberi dampak positif terhadap upaya peningkatan status gizi masyarakat setempat. Dengan adanya unit pelayanan yang beroperasi, akses ke makanan bergizi menjadi lebih teroganisir sehingga pemantauan dan distribusi dapat dilakukan secara lebih efektif.

BGN juga menekankan pentingnya kesinambungan dukungan dari berbagai pihak agar operasi dapur-dapur MBG terus berjalan. Dukungan ini meliputi penyediaan bahan pangan, pembinaan teknis, serta pemantauan pelaksanaan program agar mutu layanan tetap terjaga.

Meskipun laporan menyebut operasi berjalan optimal, BGN mendorong agar penguatan kapabilitas lokal terus digencarkan. Pengembangan kapasitas pelaksana SPPG, praktik pengolahan makanan bergizi, serta penguatan sistem distribusi menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan.

Program Makan Bergizi melalui SPPG dirancang untuk menjadi intervensi yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui penyediaan makanan sehari-hari yang seimbang. Keberhasilan operasional di tingkat lokal diharapkan berkontribusi pada tujuan jangka panjang peningkatan status gizi masyarakat di daerah dengan tantangan geografis dan akses layanan.

BGN menyatakan akan terus memantau perkembangan operasional SPPG serta melakukan pembinaan sesuai kebutuhan. Upaya berkelanjutan ini bertujuan agar layanan tetap responsif terhadap kondisi nyata di lapangan dan mampu menjangkau kelompok sasaran secara konsisten.

Keberlanjutan dan peningkatan mutu SPPG menjadi penentu utama dalam memastikan manfaat program sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Dengan berfungsinya kelima dapur MBG secara optimal, harapannya tingkat pemenuhan gizi di wilayah Papua Pegunungan dapat mengalami perbaikan yang signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

BPKH Fasilitasi Pemulangan 675 Warga Lampung ke Jawa Lewat Program Balik Kerja Bareng

23 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Perantau Malalo Targetkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

22 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Satlantas Polres Cimahi Terapkan Sistem Buka Tutup dan Satu Arah di Jalur Wisata Lembang

22 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara