Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Aceh memberikan pembekalan kepada para relawan terkait dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana terhadap masyarakat dan keluarga.
Fokus pembekalan: dukungan psikososial
Pembekalan yang diberikan menitikberatkan pada dukungan psikososial, yakni pendekatan yang membantu individu, keluarga, dan komunitas mengatasi tekanan emosional, trauma, dan gangguan fungsi sosial yang sering muncul setelah kejadian bencana. Dengan keterampilan psikososial, relawan diharapkan mampu memberi pertolongan awal yang sensitif terhadap kondisi mental dan sosial korban, selain kebutuhan fisik dan material.
Peran relawan dalam pemulihan
Relawan yang dibekali dengan pengetahuan psikososial berperan penting dalam proses pemulihan pascabencana. Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi sumber dukungan emosional, membantu korban mengenali respons stres, serta memfasilitasi rujukan ke layanan profesional bila diperlukan. Pendekatan ini juga membantu memperkuat ketahanan keluarga dan komunitas menghadapi masa pemulihan.
Pentingnya kesiapsiagaan humanis
Pembekalan semacam ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan yang tidak semata teknis, melainkan juga humanis. Memperhatikan aspek psikososial berarti memperlakukan penyintas bencana sebagai individu dan komunitas yang memiliki kebutuhan emosional dan sosial yang spesifik. Upaya tersebut mendukung proses rehabilitasi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Sinergi pendekatan
Langkah BKKBN di Aceh mencerminkan upaya integratif antara aspek kesehatan fisik, kesejahteraan mental, dan perlindungan sosial. Dengan memperkuat kapasitas relawan, intervensi di lapangan dapat berlangsung lebih peka, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemulihan total kehidupan masyarakat yang terdampak.
Pembekalan dukungan psikososial juga diharapkan mendorong praktik penanganan bencana yang menghormati martabat korban, menjaga kerahasiaan dan keselamatan, serta memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan hamil. Pendekatan demikian menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan kondisi keluarga dan komunitas pascabencana.
Dengan peningkatan kapasitas relawan melalui pembekalan psikososial, upaya pemulihan yang dilakukan di lapangan diharapkan lebih efektif dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang. Ketersediaan tenaga relawan yang terlatih dalam aspek emosional dan sosial menjadi salah satu unsur pendukung keberhasilan proses rehabilitasi setelah bencana.
Foto: ANTARA News






