H-1 Imlek: Volume Kendaraan Menuju Jakarta Melalui Tol Layang MBZ Naik 66 Persen Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 Tim SAR Banyuwangi Evakuasi Pendaki yang Terjatuh dan Mengalami Patah Kaki di Gunung Rante Umat Islam Malaysia Mulai Menjalankan Puasa Ramadhan 1447 H pada 19 Februari Konjen RI di Noumea: Peringatan 130 Tahun Kedatangan Pekerja Jawa Tekankan Pelestarian Budaya Menhub Dudy Purwagandhi: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 Berpotensi Melebihi Perkiraan Survei

Nusantara

BMKG NTB: Hilal Masih di Bawah Ufuk, Posisi -1,2 Derajat

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Praya, NTB — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perwakilan Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa posisi hilal saat ini masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian tercatat minus 1,2 derajat.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pada pengamatan terakhir, bulan sabit belum muncul di atas garis ufuk. Posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk umumnya berarti cakrawala menutup pandangan terhadap bulan sabit sehingga pengamatan visual dengan mata telanjang belum memungkinkan.

BMKG sebagai lembaga yang memantau kondisi atmosfer dan fenomena geofisika memantau posisi benda langit, termasuk hilal, menggunakan metode pengamatan dan pengukuran yang relevan. Hasil pengukuran yang menunjukkan angka ketinggian negatif memberi gambaran jarak vertikal hilal dari batas ufuk pada saat observasi.

Informasi posisi hilal sering disampaikan oleh BMKG sebagai bagian dari laporan pengamatan yang berkaitan dengan kondisi langit. Data seperti ketinggian hilal berguna bagi pihak-pihak yang melakukan pemantauan rutin serta sebagai bahan acuan publik mengenai status visibilitas bulan sabit pada waktu tertentu.

Dalam laporan singkat yang dikeluarkan oleh BMKG NTB, nilai minus 1,2 derajat menjadi indikator utama bahwa hilal belum layak diamati secara langsung. Instansi terkait atau kelompok pemantau biasanya akan menunggu kondisi yang memungkinkan — baik dari sisi posisi bulan maupun kondisi cuaca — sebelum menyatakan hilal telah terlihat.

Gambar dari pemantauan yang disertakan dalam laporan memperlihatkan aktivitas pengamatan di lapangan, yang memperkuat upaya BMKG dalam menyediakan data visual dan numerik terkait posisi hilal. Foto pemantauan tersebut mendokumentasikan proses kerja tim yang melakukan observasi di wilayah setempat.

BMKG NTB menyampaikan informasi ini sebagai bagian dari tugasnya untuk memberikan data dan analisis mengenai fenomena atmosfer dan geofisika. Masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan dianjurkan mengikuti informasi resmi yang dirilis oleh lembaga tersebut untuk memastikan akurasi dan keandalan data.

Sampai ada pembaruan resmi yang menunjukkan perubahan posisi hilal di atas ufuk, status saat ini tetap menunjukkan bahwa hilal belum dapat dilihat. BMKG diperkirakan akan terus memantau dan menginformasikan perkembangan selanjutnya jika terjadi perubahan kondisi yang memungkinkan pengamatan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tim SAR Banyuwangi Evakuasi Pendaki yang Terjatuh dan Mengalami Patah Kaki di Gunung Rante

17 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Menhub Dudy Purwagandhi: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 Berpotensi Melebihi Perkiraan Survei

17 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Imlek dan Ramadhan Berdekatan, Wali Kota Ambon Ajak Bangkitkan Kebersamaan

17 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

BGN Bali Lanjutkan Distribusi Paket Makan Bergizi Selama Bulan Puasa karena Mayoritas Siswa Beragama Hindu

17 Februari 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

TNI Selesaikan Pembangunan Jembatan Armco di Koto Malintang, Agam

17 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara