BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

BPBD: Hujan Lebat Kembali Picu Banjir di Kabupaten Pidie Jaya

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pidie Jaya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya melaporkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda daerah tersebut dan memicu terjadinya banjir di sejumlah lokasi.

Dalam keterangannya, BPBD menyatakan curah hujan yang meningkat menjadi pemicu utama terjadinya genangan dan aliran air yang meluap di beberapa titik. Kondisi ini menyebabkan beberapa wilayah tergenang sehingga berdampak pada aktivitas warga setempat.

Situasi di Lapangan

Menurut BPBD, hujan lebat yang berlangsung beberapa saat membuat drainase dan aliran sungai berada pada kondisi kritis. Air hujan menumpuk di daerah dataran rendah dan beberapa ruas jalan sempat terendam, sehingga mobilitas warga terganggu. Petugas setempat melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan ketinggian air dan titik-titik terdampak.

Tindakan dan Imbauan

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di lokasi yang rawan banjir. Warga dianjurkan mengikuti arahan petugas serta menyiapkan dokumen penting dan kebutuhan darurat apabila terjadi evakuasi. Selain itu, BPBD juga menghimbau agar warga memperhatikan informasi resmi mengenai status jalan dan ketinggian air sebelum melakukan perjalanan.

Petugas respons bencana terus melakukan koordinasi untuk menilai kerusakan dan kebutuhan mendesak serta menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat. Upaya mitigasi jangka pendek dilakukan untuk mengurangi dampak langsung, sementara pemantauan cuaca dan kondisi sungai dipertahankan agar dapat memberikan peringatan dini bila diperlukan.

Dampak terhadap Masyarakat

Banjir yang kembali terjadi menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di beberapa kawasan. Warga yang tinggal di dataran rendah dan tepi aliran air menjadi kelompok yang paling rentan terhadap luapan air hujan. Sebagian warga memilih memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, beberapa fasilitas publik juga berpotensi terdampak ketika air mencapai titik tertentu. Oleh karena itu, kesiapsiagaan komunitas lokal serta dukungan dari instansi terkait dianggap penting untuk memperkecil potensi kerugian.

Pemantauan dan Langkah Selanjutnya

BPBD menegaskan akan terus memantau kondisi cuaca dan ketinggian badan air demi memastikan langkah tanggap yang cepat dan tepat. Informasi mengenai perkembangan situasi akan disampaikan kepada publik melalui saluran resmi sehingga masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Gambar terkait:
Banjir Pidie Jaya

Warga diimbau tetap tenang namun waspada, menjaga komunikasi dengan keluarga, dan memprioritaskan keselamatan jiwa serta barang-barang penting jika situasi memburuk.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi