BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

BPS: Inflasi Tahunan Januari 2026 Catatkan Level Tertinggi Sejak Mei 2023

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Inflasi Tahunan Januari 2026 Tercatat Paling Tinggi Sejak Mei 2023

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menyampaikan bahwa tingkat inflasi tahunan pada Januari 2026 mencatatkan angka tertinggi sejak Mei 2023. Pernyataan ini menegaskan adanya lonjakan tingkat harga yang dibandingkan secara tahunan.

Pernyataan resmi dari BPS

Ateng Hartono, yang bertugas memaparkan data di bidang distribusi dan jasa, mengumumkan hasil pengukuran inflasi tahunan untuk periode Januari 2026. Dia menekankan bahwa capaian tersebut merupakan titik tertinggi dalam perbandingan tahunan sejak catatan yang dibuat pada Mei 2023.

Makna inflasi tahunan

Inflasi tahunan menggambarkan perubahan tingkat harga barang dan jasa selama satu tahun terakhir dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan pada ukuran ini menunjukkan bahwa rata-rata harga konsumen cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Konteks historis

Keterangan BPS bahwa posisi Januari 2026 merupakan yang tertinggi sejak Mei 2023 memberikan konteks temporal yang menunjukkan bahwa dalam rentang waktu tersebut tingkat kenaikan harga relatif lebih rendah dibanding titik yang kini dicapai. Pernyataan ini juga menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan untuk melihat perkembangan inflasi dalam perspektif jangka menengah.

Relevansi bagi publik dan pengambil kebijakan

Informasi mengenai pencatatan inflasi tahunan penting bagi berbagai pihak. Bagi rumah tangga, pergerakan inflasi berpengaruh pada daya beli dan perencanaan pengeluaran. Bagi pelaku usaha, data tersebut membantu dalam merencanakan strategi harga dan operasional. Sementara bagi pembuat kebijakan, termasuk otoritas moneter dan fiskal, indikator ini menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang relevan.

Pemantauan berkelanjutan

BPS secara rutin mengumpulkan dan mengolah data harga untuk menyusun angka inflasi. Hasil pengukuran yang dipublikasikan menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat luas. Pernyataan Ateng Hartono menandai keterbukaan institusi statistik dalam menyampaikan perkembangan indikator ekonomi yang berdampak luas.

Penutup

Pencatatan inflasi tahunan Januari 2026 sebagai yang tertinggi sejak Mei 2023 merupakan sinyal yang diharapkan dapat ditelaah lebih lanjut oleh para pemangku kepentingan. BPS tetap menjadi rujukan utama untuk data resmi, dan pernyataan pejabatnya, seperti yang disampaikan oleh Ateng Hartono, menjadi acuan awal bagi publik untuk memahami arah dinamika harga saat ini.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi