BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Desember 2025 Meningkat menjadi 125,35

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Nilai Tukar Petani Naik, BPS Catat Angka 125,35 pada Desember 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada Desember 2025 tercatat sebesar 125,35. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1,05 persen dibandingkan periode sebelumnya.

NTP merupakan indikator yang menggambarkan perbandingan antara harga yang diterima petani untuk produk yang mereka hasilkan dengan harga atau biaya yang harus dikeluarkan petani untuk kebutuhan produksi. Kenaikan NTP umumnya ditafsirkan sebagai peningkatan daya beli petani, karena nilai yang mereka terima dari jualan relatif lebih tinggi terhadap biaya produksi.

Makna Kenaikan bagi Petani

Kenaikan persentase pada NTP dapat memiliki beberapa implikasi praktis. Pertama, pendapatan riil petani cenderung membaik jika harga produk meningkat lebih cepat daripada kenaikan biaya input. Kedua, perbaikan nilai tukar petani bisa mendorong kemampuan investasi pada usaha tani, seperti pembelian benih, pupuk, atau perbaikan fasilitas produksi.

Namun, NTP yang lebih tinggi tidak otomatis berarti kondisi ekonomi petani sepenuhnya membaik. Perubahan musiman, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika biaya produksi masih menjadi faktor yang memengaruhi kesejahteraan petani secara menyeluruh.

Pentingnya Pemantauan Berkala

BPS sebagai lembaga statistik terus memantau indikator seperti NTP untuk memberikan gambaran kondisi sektor pertanian. Data berkala ini membantu pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan pelaku di sektor pertanian menilai perkembangan harga dan merencanakan intervensi yang tepat.

Dengan angka NTP yang terupdate, pihak terkait dapat meninjau kebijakan harga, subsidi, atau dukungan teknis yang diperlukan agar pendapatan petani lebih stabil dan produksi pertanian tetap berkelanjutan.

Kesimpulan

Data BPS menunjukkan NTP nasional pada Desember 2025 berada pada level 125,35 dan mengalami kenaikan 1,05 persen. Indikator ini menjadi salah satu acuan dalam menilai posisi harga yang diterima petani terhadap biaya yang mereka keluarkan, sehingga berguna untuk analisis kondisi ekonomi sektor pertanian secara lebih luas.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi