Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026

Nusantara

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan Rute Situbondo–Madura–Lembar akibat Cuaca Ekstrem

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan

Badan Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) menunda keberangkatan kapal penyeberangan pada rute Situbondo–Madura–Lembar. Keputusan ini diambil terkait kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi operasi pelayaran di sejumlah lintasan laut antara Jawa, Madura, dan Lombok.

Kebijakan penundaan juga berdampak pada layanan di pelabuhan-pelabuhan lain, termasuk Sumenep di Pulau Madura serta rute Jangkar–Lembar yang melayani lintasan menuju Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk keselamatan penumpang, kru kapal, dan seluruh aktivitas pelabuhan.

Pengawasan operasional dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelabuhan setempat yang memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut. Penundaan rute yang terdampak bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Penumpang yang telah merencanakan perjalanan di rute-rute tersebut diimbau untuk memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan dan operator kapal. Perubahan jadwal keberangkatan dapat terjadi sewaktu-waktu bergantung pada kondisi cuaca dan hasil pemantauan di laut.

Gambar yang menyertai laporan menunjukkan suasana pelabuhan yang terdampak, memberikan gambaran kondisi operasional saat penundaan diberlakukan.

Keputusan penundaan ini mencerminkan langkah antisipatif yang umum diambil otoritas pelabuhan saat menghadapi cuaca buruk. Penundaan sementara dipandang perlu untuk menghindari risiko keselamatan yang dapat muncul akibat gelombang tinggi, angin kencang, atau visibilitas yang buruk.

Sementara itu, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan di wilayah lintasan diminta untuk tetap mengikuti pengumuman resmi dan petunjuk dari otoritas pelabuhan terkait kelanjutan jadwal layanan. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali rute dan penjadwalan ulang keberangkatan akan disampaikan oleh instansi berwenang setelah kondisi membaik.

Peristiwa penundaan operasional karena cuaca ekstrem ini menyoroti kebutuhan koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga keselamatan publik serta kelancaran transportasi antar pulau.

Sumber gambar: Antara (https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/01/10/Resizer_17680292678961.jpg)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur

28 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

27 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News

Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026

27 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Kemenhub dan CEO Maskapai Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

26 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Bappenas Tetapkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Papua sebagai Prioritas

26 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara