BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Nusantara

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan Rute Situbondo–Madura–Lembar akibat Cuaca Ekstrem

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan

Badan Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) menunda keberangkatan kapal penyeberangan pada rute Situbondo–Madura–Lembar. Keputusan ini diambil terkait kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi operasi pelayaran di sejumlah lintasan laut antara Jawa, Madura, dan Lombok.

Kebijakan penundaan juga berdampak pada layanan di pelabuhan-pelabuhan lain, termasuk Sumenep di Pulau Madura serta rute Jangkar–Lembar yang melayani lintasan menuju Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk keselamatan penumpang, kru kapal, dan seluruh aktivitas pelabuhan.

Pengawasan operasional dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelabuhan setempat yang memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut. Penundaan rute yang terdampak bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Penumpang yang telah merencanakan perjalanan di rute-rute tersebut diimbau untuk memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan dan operator kapal. Perubahan jadwal keberangkatan dapat terjadi sewaktu-waktu bergantung pada kondisi cuaca dan hasil pemantauan di laut.

Gambar yang menyertai laporan menunjukkan suasana pelabuhan yang terdampak, memberikan gambaran kondisi operasional saat penundaan diberlakukan.

Keputusan penundaan ini mencerminkan langkah antisipatif yang umum diambil otoritas pelabuhan saat menghadapi cuaca buruk. Penundaan sementara dipandang perlu untuk menghindari risiko keselamatan yang dapat muncul akibat gelombang tinggi, angin kencang, atau visibilitas yang buruk.

Sementara itu, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan di wilayah lintasan diminta untuk tetap mengikuti pengumuman resmi dan petunjuk dari otoritas pelabuhan terkait kelanjutan jadwal layanan. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali rute dan penjadwalan ulang keberangkatan akan disampaikan oleh instansi berwenang setelah kondisi membaik.

Peristiwa penundaan operasional karena cuaca ekstrem ini menyoroti kebutuhan koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga keselamatan publik serta kelancaran transportasi antar pulau.

Sumber gambar: Antara (https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/01/10/Resizer_17680292678961.jpg)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Gibran Borong Ikan Baronang, Ikan Panjang, dan Sayuran di Pasar Biak Numfor

13 Januari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

BGN: 2.674 Orang dari Kelompok 3B Terima MBG di Manokwari

13 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir di 8 Kabupaten/Kota Banten, BPBD Perkuat Penanganan

12 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Bupati Bantul Sebut Gerai Kopdes Merah Putih Sedang Dibangun

12 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Hujan Deras Picu Banjir, Akses Perbatasan Sanggau-Malaysia Terputus

12 Januari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara