BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Nusantara

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan Rute Situbondo–Madura–Lembar akibat Cuaca Ekstrem

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

BPTD Tunda Keberangkatan Kapal Penyeberangan

Badan Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) menunda keberangkatan kapal penyeberangan pada rute Situbondo–Madura–Lembar. Keputusan ini diambil terkait kondisi cuaca ekstrem yang memengaruhi operasi pelayaran di sejumlah lintasan laut antara Jawa, Madura, dan Lombok.

Kebijakan penundaan juga berdampak pada layanan di pelabuhan-pelabuhan lain, termasuk Sumenep di Pulau Madura serta rute Jangkar–Lembar yang melayani lintasan menuju Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk keselamatan penumpang, kru kapal, dan seluruh aktivitas pelabuhan.

Pengawasan operasional dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelabuhan setempat yang memantau perkembangan cuaca dan kondisi laut. Penundaan rute yang terdampak bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Penumpang yang telah merencanakan perjalanan di rute-rute tersebut diimbau untuk memantau informasi resmi dari pihak pelabuhan dan operator kapal. Perubahan jadwal keberangkatan dapat terjadi sewaktu-waktu bergantung pada kondisi cuaca dan hasil pemantauan di laut.

Gambar yang menyertai laporan menunjukkan suasana pelabuhan yang terdampak, memberikan gambaran kondisi operasional saat penundaan diberlakukan.

Keputusan penundaan ini mencerminkan langkah antisipatif yang umum diambil otoritas pelabuhan saat menghadapi cuaca buruk. Penundaan sementara dipandang perlu untuk menghindari risiko keselamatan yang dapat muncul akibat gelombang tinggi, angin kencang, atau visibilitas yang buruk.

Sementara itu, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan di wilayah lintasan diminta untuk tetap mengikuti pengumuman resmi dan petunjuk dari otoritas pelabuhan terkait kelanjutan jadwal layanan. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan kembali rute dan penjadwalan ulang keberangkatan akan disampaikan oleh instansi berwenang setelah kondisi membaik.

Peristiwa penundaan operasional karena cuaca ekstrem ini menyoroti kebutuhan koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga keselamatan publik serta kelancaran transportasi antar pulau.

Sumber gambar: Antara (https://img.antaranews.com/cache/800×533/2026/01/10/Resizer_17680292678961.jpg)

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

BPKH Fasilitasi Pemulangan 675 Warga Lampung ke Jawa Lewat Program Balik Kerja Bareng

23 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Perantau Malalo Targetkan Donasi Lebih dari Rp1 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

22 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Satlantas Polres Cimahi Terapkan Sistem Buka Tutup dan Satu Arah di Jalur Wisata Lembang

22 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara