BRIN Prioritaskan Riset Ketahanan Pangan, Bencana, dan Teknologi Strategis untuk 2026
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyatakan bahwa institusinya akan memusatkan kegiatan penelitian pada tiga bidang utama pada tahun 2026: ketahanan pangan, mitigasi dan penanggulangan bencana, serta pengembangan teknologi strategis. Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap kebutuhan nasional untuk memperkuat fondasi ketahanan dan kapasitas inovasi.
Fokus pada ketahanan pangan
Salah satu prioritas BRIN adalah memperkuat riset yang mendukung ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan. Penekanan ini mencakup upaya memperbaiki sistem produksi, distribusi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan keamanan pangan secara menyeluruh. BRIN menempatkan isu ketahanan pangan sebagai area penting demi menjamin ketahanan nasional dalam jangka panjang.
Penanganan bencana sebagai prioritas riset
Riset terkait bencana menjadi perhatian utama lain yang ditetapkan oleh BRIN. Bidang ini meliputi penelitian untuk mengurangi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mempercepat pemulihan pasca-bencana. Dengan fokus pada mitigasi dan adaptasi, BRIN berharap riset yang dihasilkan dapat mendukung kebijakan dan praktik di lapangan untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari dampak kejadian bencana.
Pengembangan teknologi strategis
Selain ketahanan pangan dan bencana, BRIN juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi strategis. Riset di bidang ini diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknologi yang dianggap krusial bagi kepentingan nasional, termasuk pemanfaatan inovasi untuk mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing. Pendekatan ini bertujuan menciptakan solusi teknologi yang relevan dan aplikatif bagi berbagai sektor.
Koordinasi dan dampak riset
Arif Satria menegaskan bahwa penetapan prioritas tersebut dilakukan untuk mengarahkan sumber daya riset secara lebih efektif. BRIN diharapkan mengoordinasikan kegiatan penelitian dan inovasi agar menghasilkan keluaran yang dapat dipakai oleh pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas ilmiah. Tujuannya adalah memastikan hasil penelitian memiliki manfaat nyata dan dapat diimplementasikan dalam kebijakan maupun praktik.
Harapan terhadap hasil riset
Dengan fokus yang lebih terarah, BRIN berharap penelitian pada tiga bidang prioritas ini mampu menghasilkan solusi yang memperkuat ketahanan nasional dan mendorong kemajuan teknologi. Hasil riset yang diharapkan meliputi peningkatan kapasitas adaptasi terhadap ancaman, inovasi produk dan proses, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.
Penetapan prioritas riset BRIN untuk 2026 menunjukkan upaya institusi tersebut dalam menanggapi tantangan strategis yang dihadapi negara. Langkah ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya peran riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan tahan terhadap berbagai risiko.
Foto: ANTARA News






