BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Bubur Peca’ dan Amparan Tatak: Dua Takjil Samarinda yang Diakui sebagai Warisan Budaya Nasional

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bubur Peca’ dan Amparan Tatak Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional

Dua hidangan populer untuk berbuka puasa di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yakni bubur peca’ dan amparan tatak, mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional. Kedua panganan ini merupakan bagian penting dari tradisi buka puasa warga Samarinda dan kini memiliki status yang menegaskan nilai budaya serta identitas lokalnya.

Bagian dari Tradisi Berbuka Warga Samarinda

Bubur peca’ dan amparan tatak dikenal luas sebagai takjil yang biasa dinikmati ketika waktu berbuka. Bagi masyarakat Samarinda, kedua hidangan ini lebih dari sekadar makanan; mereka berperan sebagai penanda suasana kebersamaan selama Ramadan. Kehadiran takjil tersebut di meja berbuka telah menjadi rutinitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Makna Budaya dan Sosial

Pengakuan sebagai warisan budaya nasional menempatkan bubur peca’ dan amparan tatak pada posisi penting dalam upaya pelestarian tradisi kuliner daerah. Status ini membantu memperkuat identitas kuliner lokal dan mendorong perhatian terhadap peran makanan tradisional dalam kehidupan sosial dan budaya komunitas Samarinda. Di sisi lain, pengakuan tersebut juga membuka ruang untuk pelestarian pengetahuan dan praktik terkait kedua hidangan.

Peran Komunitas dan Generasi Muda

Pelestarian warisan kuliner tidak lepas dari peran aktif masyarakat setempat. Tradisi penyajian, kebiasaan berbuka bersama, dan upaya meneruskan resep serta cara penyajian kepada generasi muda menjadi unsur penting agar kebiasaan ini tetap hidup. Pengakuan resmi di tingkat nasional diharapkan mendorong langkah-langkah lebih terstruktur untuk menjaga keberlangsungan kedua hidangan dalam kehidupan sehari-hari warga Samarinda.

Nilai Lokal yang Mendunia

Dengan pengakuan tersebut, bubur peca’ dan amparan tatak berpeluang menjadi simbol budaya Samarinda yang lebih dikenal di luar lingkungan lokal. Status warisan budaya nasional dapat meningkatkan visibilitas kuliner tradisional ini, sekaligus menegaskan bahwa ragam kuliner nusantara merupakan bagian berharga dari warisan budaya yang perlu dilindungi dan dipromosikan.

Tantangan Pelestarian

Meskipun memiliki nilai budaya yang jelas, pelestarian makanan tradisional sering menghadapi tantangan, antara lain pergeseran selera generasi muda, perubahan gaya hidup, dan tekanan modernisasi. Pengakuan sebagai warisan budaya nasional menjadi langkah awal yang strategis, namun keberlanjutan upaya konservasi juga bergantung pada keterlibatan masyarakat, dukungan lembaga terkait, serta adanya program yang mendorong praktik turun-temurun tetap hidup.

Kesimpulan

Bubur peca’ dan amparan tatak merupakan dua takjil khas Samarinda yang kini mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya nasional. Pengakuan ini menegaskan pentingnya kedua hidangan dalam tradisi buka puasa setempat dan memberikan momentum untuk memperkuat pelestarian, transmisi budaya, serta memperluas pengenalan terhadap warisan kuliner Samarinda.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora