Perum Bulog Kanwil Lampung catat penyerapan gabah 202.564 ton pada 2025
Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mengumumkan telah melakukan penyerapan gabah dari petani di wilayah provinsi itu sebesar 202.564 ton sepanjang tahun 2025. Realisasi ini dikemukakan oleh pihak Bulog Lampung sebagai capaian penyerapan selama periode panen tahun berjalan.
Pernyataan resmi
Dalam pernyataannya, Perum Bulog Kanwil Lampung menyampaikan angka jumlah gabah yang diterima dari petani tersebut tanpa merinci rinciannya lebih lanjut dalam rilis yang dipublikasikan. Informasi mengenai waktu-waktu penyerapan, lokasi gudang, atau rincian harga dan pihak mitra tidak disertakan pada pengumuman yang tersedia.
Makna bagi sektor pertanian lokal
Penyerapan gabah oleh Bulog di wilayah Lampung ini menunjukkan keterlibatan badan tersebut dalam kegiatan pengadaan komoditas hasil panen petani. Langkah seperti ini umumnya berperan dalam proses penyaluran stok komoditas, namun keterangan terperinci mengenai tujuan penggunaan gabah yang diserap oleh Bulog Lampung tidak dijabarkan dalam pernyataan yang dirilis.
Dampak bagi petani
Bagi kelompok tani dan produsen lokal, penyerapan gabah oleh institusi pengadaan dapat menjadi salah satu saluran pemasaran hasil panen. Bulog Lampung mencatat jumlah gabah yang diserap sepanjang tahun 2025, namun informasi mengenai manfaat langsung kepada petani, termasuk nilai kompensasi atau skema pembayaran, tidak dipublikasikan bersamaan dengan angka penyerapan tersebut.
Keterbukaan data
Pernyataan resmi yang memuat angka penyerapan 202.564 ton merupakan data kuantitatif yang menyajikan gambaran volume pengadaan, tetapi publikasi tersebut tidak menyertakan rincian operasional. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai tatacara penyerapan, jadwal pengangkutan, dan distribusi hasil penyerapan, diperlukan penjelasan lanjut dari Perum Bulog Kanwil Lampung atau dokumen pendukung yang relevan.
Kesimpulan
Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah menyerap gabah hasil panen petani sebanyak 202.564 ton. Pernyataan tersebut memberikan gambaran jumlah gabah yang masuk ke jaringan pengadaan di Lampung, meskipun rincian operasional dan langkah lanjutan terkait pemanfaatan gabah itu tidak diuraikan dalam rilis yang disebarkan bersama pengumuman angka penyerapan.
Foto: ANTARA News






