Padel Berkebaya di Jakarta: Renitasari Adrian Berpasangan dengan Titi Kamal Trump Keluarkan Perintah Eksekutif untuk Strategi Baru Transfer Senjata AS BPH Migas Perkuat Kapasitas SDM Hilir untuk Dukung Swasembada Energi Prabowo Siapkan Lahan Sekitar 4.000 m² di Bundaran HI untuk Gedung MUI Polres Ogan Ilir Bekuk Komplotan Pencuri Emas ’23 Suku’ Kongres AS Akan Meninjau Dokumen Epstein Tanpa Sensor Pekan Depan

Dunia

China Dorong AS Lanjutkan Kesepakatan Pengendalian Senjata Nuklir dengan Rusia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pemerintah China menyampaikan harapan agar Amerika Serikat dapat melanjutkan kesepakatan pengendalian senjata nuklir yang berlaku antara AS dan Rusia. Pernyataan ini menegaskan posisi Beijing bahwa perjanjian semacam itu memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas strategis dan mencegah eskalasi ketegangan internasional.

Penekanan pada pentingnya pengendalian senjata

Dalam pernyataannya, pihak China menyoroti bahwa mekanisme pengendalian senjata memberi kontribusi pada prediktabilitas hubungan antarnegara dan mengurangi risiko salah perhitungan. Menurut Beijing, keberlanjutan kesepakatan tersebut dapat membantu menahan perlombaan senjata dan meminimalkan potensi ancaman terhadap keamanan global.

Seruan terhadap dialog dan kerjasama

China mendorong agar pemerintahan AS memilih pendekatan yang konstruktif dan dialogis dalam menanggapi isu-isu pengendalian senjata. Beijing menilai, upaya diplomasi dan komunikasi yang berkelanjutan antarnegara berperan penting untuk mempertahankan aturan main yang ada dan memastikan implementasi perjanjian secara efektif.

Manfaat bagi stabilitas internasional

Dalam perspektif China, keberlanjutan perjanjian pengendalian nuklir tidak hanya menguntungkan pihak-pihak yang terlibat langsung tetapi juga bermanfaat bagi komunitas internasional secara luas. Dengan adanya kerangka kerja yang jelas dan dapat dipercaya, negara-negara lain dapat menilai risiko strategis dengan lebih baik dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Harapan tanpa menambahkan kondisi baru

China menegaskan harapannya tanpa menambahkan tuntutan baru terhadap pihak manapun, melainkan mendorong pelestarian dan penguatan mekanisme yang sudah ada. Pernyataan ini mencerminkan fokus Beijing pada penyelesaian masalah melalui saluran diplomatik serta penghormatan terhadap tata kelola internasional yang berbasis hukum.

Panggilan untuk transparansi dan pengawasan

Salah satu aspek yang diangkat adalah pentingnya transparansi dan mekanisme verifikasi dalam perjanjian pengendalian senjata. China menyatakan bahwa langkah-langkah pengawasan yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan antarnegara dan membantu memastikan bahwa ketentuan-ketentuan perjanjian dipatuhi oleh semua pihak terkait.

Arah kedepan

Dengan menyampaikan dukungan terhadap kelanjutan perjanjian tersebut, China berharap tercipta lingkungan strategis yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Beijing menyerukan agar para pihak terus memprioritaskan dialog, membuat kemajuan pada isu-isu teknis dan politis terkait pengendalian senjata, serta menjaga komitmen terhadap upaya-upaya yang mengurangi risiko konflik berskala besar.

Seiring perkembangan situasi internasional, langkah-langkah yang mempertahankan dan meningkatkan mekanisme pengendalian senjata akan tetap menjadi salah satu fokus penting dalam upaya menjaga keamanan dan perdamaian global, demikian harapan yang disampaikan oleh Pemerintah China.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Trump Keluarkan Perintah Eksekutif untuk Strategi Baru Transfer Senjata AS

7 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Kongres AS Akan Meninjau Dokumen Epstein Tanpa Sensor Pekan Depan

7 Februari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

Pakar: Tema Keketuaan D8 RI Cerminkan Kepekaan terhadap Perubahan Global

6 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

Prospek Perundingan Nuklir AS-Iran Dinilai Sulit Diprediksi

6 Februari 2026 - 13:30 WIB

ANTARA News

Iran Tegaskan Lindungi Kepentingan Nasional dan Utamakan Diplomasi untuk Perdamaian Regional

6 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia