AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik Afghanistan Dilaporkan Melancarkan Operasi Baru Terhadap Pangkalan Militer Pakistan Pemprov Jabar Pastikan Ruas Jalan Provinsi Bebas Lubang Saat Mudik Lebaran 2026 AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera Ramadhan di New York: Kehangatan Kebersamaan Menyusuri Musim Dingin

Humaniora

Demensia Tak Hanya Menyerang Lansia: Pentingnya Mengenali Gejala Sejak Dini

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Demensia Bukan Hanya Penyakit Usia Lanjut

Demensia selama ini identik sebagai gangguan yang menyerang kelompok lansia. Namun kenyataannya kondisi ini tidak selalu terbatas pada usia lanjut. Waspada terhadap perubahan fungsi kognitif pada segala usia menjadi langkah krusial agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kenali Gejala Dini

Mengenali tanda-tanda awal demensia membantu keluarga dan tenaga medis melakukan evaluasi lebih awal. Beberapa peringatan dini yang sering muncul meliputi perubahan kemampuan mengingat, kesulitan mengatur aktivitas sehari-hari, dan penurunan kemampuan berkomunikasi. Perubahan perilaku dan emosi yang tidak biasa juga dapat menjadi sinyal bahwa diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Perubahan Fungsi Kognitif dan Perilaku

Penderita demensia dapat menunjukkan gangguan pada kemampuan menyimpan dan mengingat informasi baru. Kesulitan merencanakan atau menyelesaikan tugas yang sebelumnya mudah dikerjakan juga dapat tampak. Selain itu, terdapat kemungkinan munculnya kebingungan terhadap waktu atau tempat serta kesulitan dalam memahami percakapan atau menemukan kata yang tepat.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Keluarga dan orang terdekat memegang peran penting dalam mengenali tanda-tanda awal. Perubahan kecil yang berulang, seperti lupa janji, kehilangan barang, atau perilaku yang berubah drastis, sebaiknya dicatat dan dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Dukungan lingkungan yang peka dan responsif akan membantu proses identifikasi dan pengelolaan kondisi ini.

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini memungkinkan langkah-langkah selanjutnya diambil lebih cepat, termasuk konsultasi medis untuk evaluasi yang lengkap. Penanganan dan intervensi yang tepat dapat membantu mengelola gejala, menyediakan dukungan yang diperlukan, serta merencanakan perawatan jangka panjang sesuai kebutuhan pasien.

Langkah Praktis yang Dapat Dilakukan

Jika terdapat kekhawatiran tentang perubahan kognitif atau perilaku pada seseorang, pencatatan gejala yang terlihat dan diskusi dengan dokter atau tenaga kesehatan adalah langkah pertama yang disarankan. Observasi berkelanjutan terhadap pola perubahan akan membantu tenaga medis dalam membuat pertimbangan dan rekomendasi yang lebih tepat.

Kesimpulan: Walaupun demensia sering dikaitkan dengan usia lanjut, kondisi ini tentu dapat muncul di berbagai rentang usia. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan terhadap gejala awal, peran aktif keluarga, dan pemeriksaan medis dini menjadi kunci penting untuk pengelolaan yang lebih efektif.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Temanggung Ajak Murid TK Kunjungi Panti, Tekankan Pentingnya Empati Sejak Dini

27 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Cahaya 1.008 Dipa dan Irama Damaru Mewarnai Malam di Candi Prambanan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News

Kemendikdasmen dan BPS Bersinergi Perkuat Ketepatan Data Pendidikan

27 Februari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

Kemensos Perkuat Manajemen Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan

26 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Human Initiative Buka Kembali Program “Qurban Early Bird” untuk Memperluas Jangkauan

26 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora