Desain yang dekat dengan tubuh, namun sering terlupakan
Pakaian menempati posisi unik karena bersentuhan langsung dengan tubuh manusia, tetapi seringkali tidak mendapat perhatian mendalam dalam hal dampak sosial dan lingkungan. Perancang dan pelaku industri kerap fokus pada estetika dan fungsi, sementara aspek keberlanjutan—seperti sumber bahan, proses produksi, dan siklus hidup produk—masih menjadi agenda yang menuntut perhatian lebih.
Konsep busana berkelanjutan
Desain busana berkelanjutan menempatkan pertimbangan lingkungan dan sosial sebagai bagian inti dari proses kreatif. Pendekatan ini mencakup pemilihan bahan yang lebih ramah lingkungan, teknik produksi yang mengurangi limbah, serta praktik distribusi dan penggunaan yang memperpanjang umur pakai. Tujuan utamanya bukan hanya menghasilkan produk yang menarik, melainkan menghadirkan nilai jangka panjang bagi konsumen dan ekosistem.
Peran desainer dan pelaku ekraf
Perancang memiliki ruang untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap tahapan desain, mulai dari riset bahan hingga pola potong yang efisien. Sementara itu, pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dapat mendorong adopsi praktik berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor, edukasi konsumen, dan inovasi model bisnis yang mendukung produksi lokal berkelanjutan.
Panggung untuk perubahan: peragaan dan promosi
Ajang peragaan busana dan pameran menjadi media penting untuk memperkenalkan desain berkelanjutan kepada publik. Selain menampilkan kreativitas, event semacam itu juga berfungsi sebagai platform edukasi yang menyoroti proses produksi, asal bahan, dan cerita di balik setiap busana. Peragaan yang mengangkat keragaman budaya lokal sekaligus praktik berkelanjutan membantu membangun narasi positif tentang masa depan mode Indonesia.
Tantangan yang harus dihadapi
Menerapkan prinsip keberlanjutan bukan tanpa hambatan. Tantangan yang sering muncul mencakup ketersediaan bahan alternatif yang terjangkau, kapasitas produksi skala kecil untuk memenuhi permintaan, hingga perubahan perilaku konsumen yang masih terbiasa pada pola beli cepat. Selain itu, diperlukan investasi waktu dan sumber daya untuk membangun rantai suplai yang transparan dan bertanggung jawab.
Peluang bagi ekonomi kreatif
Meski menantang, transisi menuju busana berkelanjutan membuka peluang bagi pengusaha kreatif. Pendekatan ini dapat memperkuat ciri khas produk lokal, mendorong inovasi material, dan menciptakan nilai tambah melalui cerita produk yang otentik. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan—termasuk desainer, pelaku usaha, konsumen, dan institusi—dapat mempercepat adopsi praktik yang lebih bertanggung jawab.
Menjaga keseimbangan antara estetika dan tanggung jawab
Desain yang baik tidak harus mengorbankan etika. Perancang dapat mengeksplorasi estetika yang menarik sambil mempertahankan prinsip keberlanjutan, sehingga produk tidak hanya memenuhi selera namun juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Perubahan ini menuntut visi jangka panjang dari seluruh ekosistem industri mode.
Kesimpulan: Peralihan menuju desain busana yang lebih berkelanjutan merupakan langkah strategis bagi masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan perhatian pada bahan, proses, dan nilai sosial, industri busana lokal berpeluang membentuk praktik yang lebih bertanggung jawab sekaligus mempertahankan kreativitas dan keragaman budaya.
Foto: ANTARA News






