IRGC Konfirmasi Peluncuran Gelombang Pertama Serangan Roket ke Israel Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

Olahraga

Dilarang Bertarung 30 Bulan, Petarung UFC Mohammed Usman Akui Kesalahan Penggunaan Zat Terlarang

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Usman Terima Larangan 30 Bulan Usai Akui Kesalahan

Petarung kelas berat Ultimate Fighting Championship (UFC) Mohammed Usman mengakui telah melakukan kesalahan terkait penggunaan zat yang termasuk dalam daftar terlarang. Sebagai konsekuensinya, dia dijatuhi larangan bertanding selama 30 bulan.

Usman, yang bertarung di divisi kelas berat dengan bobot 120,2 kg, menyatakan pengakuannya atas pelanggaran tersebut. Pernyataan itu muncul seiring dengan keputusan yang mengakhiri kemampuan petarung tersebut untuk berkompetisi di ring selama periode hukuman.

Konsekuensi dan Dampak Bagi Karier

Larangan 30 bulan berarti Usman tidak dapat mengikuti pertarungan resmi UFC untuk jangka waktu hampir tiga tahun. Masa berhenti bertanding ini berpotensi memengaruhi ritme karier, persiapan fisik, serta posisi dan peluangnya dalam divisi kelas berat setelah sanksi berakhir.

Selain kehilangan kesempatan tampil, periode larangan juga biasanya berdampak pada persiapan atlet, kontrak, dan rencana masa depan di ajang profesional. Dalam banyak kasus, atlet yang menerima sanksi serupa harus menjalani proses rehabilitasi hubungan dengan badan pengawas dan mematuhi ketentuan sebelum kembali diizinkan bertanding.

Pernyataan dan Tindakan

Dalam pernyataannya, Usman mengakui kesalahan yang dilakukannya terkait penggunaan zat terlarang. Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses administrasi yang mengarah pada penjatuhan hukuman disipliner. Pengakuan bisa menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam penetapan masa sanksi dan langkah-langkah selanjutnya.

Walaupun detail tentang jenis zat yang dimaksud atau kronologi lengkap kasus tidak diuraikan di sini, pengakuan dari sang petarung dan keputusan larangan 30 bulan menandai berakhirnya upaya kompetitifnya sementara waktu di level UFC.

Respons Lingkungan Olahraga

Kasus-kasus pelanggaran aturan penggunaan zat terlarang dalam olahraga bela diri campuran sering kali memicu perhatian publik dan otoritas pengawas. Penegakan aturan anti-doping menjadi aspek penting untuk menjaga integritas kompetisi dan keselamatan para atlet. Keputusan larangan yang dijatuhkan kepada Usman menunjukkan penerapan sanksi terhadap pelanggaran serupa.

Pengakuan Usman juga membuka jalan bagi pembelajaran bagi atlet lain tentang pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di kompetisi profesional.

Menatap Masa Depan

Untuk saat ini, fokus utama bagi Mohammed Usman adalah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pihak berwenang selama masa larangan. Setelah periode 30 bulan berakhir, kemungkinan kembalinya ia ke kompetisi bergantung pada pemenuhan syarat administratif dan persyaratan kebugaran yang mungkin diberlakukan.

Sementara itu, komunitas penggemar dan pihak terkait di dunia MMA akan mengamati perkembangan terkait kasus ini dan langkah yang diambil oleh sang petarung dalam masa larangan.

Gambar:

Mohammed Usman

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tyrese Maxey Pecahkan Rekor Tripoin Sepanjang Masa 76ers dalam Kemenangan 124-117 atas Heat

27 Februari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Amri Syahnawi/Nita Violina Perkuat Adaptasi dan Taktik Jelang Debut All England

26 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Spurs Perpanjang Rekor Menang Jadi 10 Kali Berturut-turut Usai Tundukkan Raptors 110-107

26 Februari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Janice Tjen Lolos Perempat Final Ganda, Aldila Sutjiadi Terhenti di Merida Open

25 Februari 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News

Pelatih Geser Fokus ke Program Pra-Kompetisi Menjelang All England 2026

24 Februari 2026 - 21:30 WIB

ANTARA News
Trending di Olahraga