Disdikbud Kota Sorong Bentuk Tim Terpadu untuk Pengawasan Program Sekolah Gratis
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, telah mengambil langkah pembentukan tim terpadu yang bertujuan mengawasi pelaksanaan program sekolah gratis di kota tersebut. Inisiatif ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan sesuai tujuan dan ketentuan yang berlaku.
Tujuan pembentukan tim
Pembentukan tim terpadu dimaksudkan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan sekolah gratis. Tim ini diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan di lapangan, memastikan akses pendidikan tanpa biaya bagi peserta didik, serta memastikan adanya konsistensi pelaksanaan kebijakan pada tingkat sekolah.
Peran dan fungsi
Meskipun rincian struktur dan keanggotaan tim tidak diuraikan secara mendetail, tim terpadu umumnya berperan melakukan monitoring, evaluasi, serta koordinasi antar pemangku kepentingan. Fungsi-fungsi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana sekolah mematuhi ketentuan program gratis dan untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Pentingnya pengawasan
Pengawasan yang sistematis dinilai penting agar program sekolah gratis benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga peserta didik dan tidak menimbulkan beban biaya tidak resmi. Langkah pengawasan juga membantu menjaga kredibilitas penyelenggaraan layanan pendidikan di tingkat kota.
Koordinasi dengan pihak terkait
Implementasi program yang efektif biasanya memerlukan koordinasi antara dinas, jajaran sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya. Tim terpadu diharapkan menjadi wadah koordinatif untuk menyamakan pemahaman pelaksanaan, menyelesaikan hambatan operasional, dan memastikan alur pelaporan temuan dari lapangan.
Harapan terhadap pelaksanaan
Dengan adanya tim terpadu, diharapkan pelaksanaan program sekolah gratis di Kota Sorong semakin terpantau dan dapat disesuaikan bila ditemukan kendala. Pengawasan yang konsisten juga membantu memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh peserta didik tanpa pengecualian yang merugikan.
Sebagai bagian dari dokumentasi, sebuah foto terkait pembentukan tim dan aktivitas di lapangan tersedia sebagai ilustrasi pelaksanaan langkah ini.
Foto: ANTARA News






