BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Tekno

DJI Kecewa atas Pembekuan Otorisasi Drone Buatan Luar Negeri oleh FCC AS

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Raksasa drone asal China, DJI, pada Selasa (23/12) menyampaikan keberatan atas keputusan yang diambil oleh Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC) terkait pembekuan otorisasi untuk perangkat drone buatan luar negeri.

Reaksi DJI

Perusahaan menyatakan kekecewaan atas langkah regulasi tersebut. Dalam pernyataannya, DJI menegaskan posisi mereka menanggapi keputusan FCC yang membatasi pemberian otorisasi bagi perangkat yang diproduksi di luar negeri. Pernyataan tersebut menunjukan ketidakpuasan perusahaan terhadap kebijakan yang diumumkan oleh pihak berwenang di AS.

Keputusan FCC

Keputusan yang disebutkan berkaitan dengan pembatasan otorisasi untuk drone buatan luar negeri menurut pengumuman yang dirujuk. Langkah ini datang dari badan regulator telekomunikasi di Amerika Serikat, yang disebut dalam pernyataan sebagai Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission).

Implikasi dan konteks

Meskipun rincian lebih lanjut dari keputusan tersebut tidak diuraikan secara lengkap dalam pernyataan yang dikutip, tindakan semacam ini umumnya memengaruhi proses perizinan dan akses pasar bagi produk yang terkena. DJI sebagai perusahaan yang disebut secara eksplisit menyampaikan kekecewaannya, yang mencerminkan perhatian pelaku industri terhadap implikasi kebijakan tersebut.

Langkah regulator seperti ini sering menjadi sorotan karena berdampak pada produsen, distributor, dan pengguna akhir. Dalam situasi yang melibatkan produk lintas negara, keputusan mengenai otorisasi dapat berpengaruh pada ketersediaan produk di pasar tertentu, serta pada kepastian hukum bagi perusahaan yang ingin menawarkan perangkat mereka secara resmi.

Pemaparan singkat

Peristiwa ini menambah daftar perkembangan terkait pengaturan teknologi dan perangkat komunikasi di tingkat internasional. DJI, sebagai pihak yang bereaksi terhadap keputusan FCC, menyatakan rasa kecewa terhadap keputusan yang membatasi otorisasi bagi drone yang diproduksi di luar negeri. Dari pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, dapat dipahami bahwa perusahaan menilai kebijakan tersebut sebagai sesuatu yang merugikan pihak tertentu.

Informasi lebih rinci mengenai alasan FCC mengambil langkah tersebut atau tanggapan lanjutan dari otoritas terkait tidak disertakan dalam kutipan yang ada. Demikian pula, langkah-langkah berikut yang mungkin ditempuh oleh DJI atau pihak lain sebagai respons terhadap keputusan ini belum diuraikan dalam pernyataan yang dikutip.

Ilustrasi drone DJIPerkembangan ini menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai regulasi perangkat komunikasi dan teknologi di berbagai negara. Sementara dampak penuh dari keputusan FCC memerlukan penjelasan lanjutan dari pihak terkait, pernyataan kekecewaan dari DJI menunjukkan bahwa keputusan tersebut mendapat perhatian dari pelaku industri.

Pembaca diharapkan mengikuti pengumuman resmi dari pihak berwenang dan pernyataan lengkap dari perusahaan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai implikasi serta langkah selanjutnya.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

CES 2026: Roborock Perkenalkan Vacuum Robot Berkaki Roda Pertama di Dunia dan Umumkan Kolaborasi dengan Real Madrid

13 Januari 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

BRIN Tetapkan Ketahanan Pangan, Penanggulangan Bencana, dan Teknologi Strategis sebagai Prioritas Riset 2026

12 Januari 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News

Bocoran Jadwal Peluncuran Samsung Galaxy A57 dan A37 Muncul, Samsung Siapkan Seri A Baru

11 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Realme Dilaporkan Kembali Menjadi Submerek di Bawah Oppo

11 Januari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Fitur Pendukung Mobilitas

10 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News
Trending di Tekno