Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa jumlah sampah yang tersisa setelah perayaan malam pergantian tahun 2026 mengalami penurunan. Pernyataan ini disampaikan oleh DLH dalam laporan yang kemudian diberitakan oleh media nasional.
Ringkasan pernyataan
Dalam keterangannya, DLH menyebut adanya pengurangan timbulan sampah yang berasal dari aktivitas perayaan malam tahun baru. Informasi ini menunjukkan perkembangan terkait penanganan limbah pascaperayaan tersebut, menurut keterangan yang disampaikan oleh instansi lingkungan hidup provinsi.
Penanganan pascaperayaan
DLH menegaskan peran instansi terkait dalam pemantauan dan pengelolaan sampah selama periode perayaan. Pernyataan resmi yang dirilis oleh DLH mengingatkan pentingnya upaya penanganan limbah di lokasi-lokasi kegiatan publik, sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan setelah acara berakhir.
Makna penurunan timbulan sampah
Menurut DLH, penurunan timbulan sampah menjadi indikator yang dapat menggambarkan efektivitas langkah-langkah pengelolaan sampah sementara dan respons lapangan pada hari-hari perayaan. Kondisi seperti ini relevan untuk dievaluasi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kebersihan kota setelah pelaksanaan kegiatan publik berskala besar.
Pelaporan dan dokumentasi
Laporan mengenai penurunan timbulan sampah tersebut dilaporkan oleh media, dengan mengutip pernyataan resmi dari DLH. Dokumentasi terkait peristiwa ini juga dilengkapi oleh foto yang memperlihatkan suasana penanganan atau kondisi lapangan di beberapa titik kota.
Foto: Warta Bumi
Pentingnya pelaporan resmi
Pernyataan DLH ini menegaskan peran penting laporan resmi dalam memberikan gambaran tentang situasi lingkungan pascaperayaan. Informasi semacam ini menjadi dasar bagi masyarakat dan pihak berwenang dalam menilai kebutuhan tindakan lanjutan untuk pengelolaan sampah di daerah perkotaan.
DLH tetap menjadi otoritas yang memantau kondisi kebersihan dan penanganan sampah di wilayah DKI Jakarta, dan pernyataannya mengenai timbulan sampah setelah malam pergantian tahun 2026 menjadi bagian dari dokumentasi resmi terkait isu lingkungan kota.
Foto: ANTARA News






