Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Lifestyle

Dokter Sarankan Latihan Beban sebagai Pilihan untuk Bangun Massa Otot pada Lansia

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO mengemukakan bahwa latihan beban dapat menjadi salah satu pilihan olahraga bagi lansia guna membangun massa otot. Pernyataan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan jenis aktivitas fisik yang sesuai menurut kondisi individu lanjut usia.

Menurut dr. Andhika, pendekatan terhadap latihan bagi kelompok usia lebih tua perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing orang. Ia menekankan bahwa latihan beban bukanlah suatu program tunggal yang cocok untuk semua orang, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik peserta.

Dalam penjelasannya, dr. Andhika memaparkan bahwa tujuan utama pemilihan latihan adalah untuk membantu mempertahankan atau menambah massa otot pada lansia. Pemilihan metode latihan dan intensitasnya, kata ia, sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian profesional agar manfaat dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko cedera.

Penekanan pada personalisasi program menjadi salah satu poin yang disampaikan. Dr. Andhika menyarankan adanya langkah-langkah yang mempertimbangkan kondisi medis dan kapasitas fisik masing-masing lansia sehingga latihan yang dijalani aman dan efektif untuk tujuan yang diharapkan.

Selain itu, dr. Andhika menyoroti pentingnya kesadaran bahwa setiap individu menua secara berbeda. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar proses pengaturan program latihan melibatkan pertimbangan menyeluruh dan, bila perlu, konsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten di bidang olahraga atau rehabilitasi.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa pilihan latihan untuk lansia tidak terbatas pada aktivitas ringan semata, melainkan bisa mencakup latihan yang lebih spesifik seperti latihan beban apabila kondisi dan pengaturan program mendukung. Dr. Andhika mengingatkan bahwa tujuan akhir adalah menjaga kualitas hidup dan fungsi fisik lansia melalui pendekatan yang aman.

Gagasan yang diutarakan oleh dr. Andhika ini bertujuan membuka opsi bagi lansia dan keluarga dalam mempertimbangkan program olahraga yang tepat. Ia mendorong agar setiap keputusan terkait aktivitas fisik diambil berdasarkan informasi dan penilaian profesional sehingga manfaat yang diperoleh optimal.

Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap kesehatan lansia, pandangan ahli seperti dr. Andhika memberikan alternatif yang layak dipertimbangkan oleh mereka yang ingin menjaga atau meningkatkan massa otot di usia lanjut. Namun, ia tetap menggarisbawahi pentingnya pendekatan individual dalam pelaksanaannya.

Sumber foto: Antara

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rencanakan Perawatan Kulit Enam Bulan Sebelum Hari Pernikahan Anda

26 April 2026 - 10:05 WIB

ANTARA News

Dermatolog Ingatkan: Konsumsi Gula dan Garam Berlebih Bisa Picu Masalah Kulit

5 Maret 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia

28 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Keberagaman Hidangan Berbuka: Menyambut Kemenangan Ramadhan Lewat Sepiring Makanan

25 Februari 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Bergaul dengan Orang ‘Toxic’ Dapat Mempercepat Proses Penuaan, Kata Studi Psikologi

24 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Lifestyle