Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah Ratusan Polantas Diterjunkan Amankan Lalu Lintas pada Puncak Perayaan Imlek Nasional China Catat Kualitas Udara Terbaik Sejak Awal Pemantauan pada 2025 Pemprov Jatim Siapkan 17 Rute Bus dan Dua Rute Kapal untuk Program Mudik Gratis

Ekonomi

DPR Dukung Kemenperin Kembangkan Industri Semikonduktor dan AI, Sorot ICDEC

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

DPR Dukung Upaya Kemenperin Bangun Industri Semikonduktor dan AI

Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menyatakan dukungan terhadap upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam membangun industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dukungan itu disampaikan seiring dengan pengenalan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) yang dinilai sebagai langkah strategis dalam pengembangan kapabilitas lokal di bidang desain chip.

Peran ICDEC

Banyu Biru menyoroti pengenalan ICDEC sebagai inisiatif yang penting. Nama pusat tersebut mencerminkan fokus pada kolaborasi desain chip, yang menurutnya dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan teknis dalam negeri. ICDEC diharapkan menjadi ruang sinergi bagi pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai nilai semikonduktor, khususnya pada aspek desain dan pengembangan teknologi.

Dukungan DPR terhadap Kemenperin

Dalam kerangka tugas pengawasan dan legislasi, anggota DPR ini memberikan dukungan politis atas langkah Kemenperin. Dukungan tersebut mencakup pengakuan terhadap pentingnya membangun ekosistem yang memungkinkan pengembangan talenta, riset, dan kerja sama antar lembaga terkait. Banyu Biru menyatakan bahwa inisiatif semacam ini perlu didorong agar potensi pengembangan industri dalam negeri dapat dimaksimalkan.

Pentingnya Sinergi

Banyu Biru menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, serta institusi pendidikan dan riset. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, terutama pada sektor yang menuntut investasi sumber daya manusia dan teknologi tinggi seperti semikonduktor dan AI. Pusat kolaboratif desain chip seperti ICDEC dipandang bisa menjadi wadah pertemuan bagi berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan dan menyelaraskan langkah pembangunan industri.

Fokus pada Pengembangan Kapasitas

Salah satu perhatian utama adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia serta kemampuan riset dan pengembangan. Banyu Biru menggarisbawahi pentingnya membangun kemampuan teknis yang mendukung desain dan inovasi komponen semikonduktor, yang menjadi aspek vital dalam ekosistem teknologi modern. Upaya ini dianggap sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kemandirian teknologi di dalam negeri.

Harapan dan Langkah Ke Depan

Dengan pengenalan ICDEC, DPR diwakili oleh anggota Komisi VII menyampaikan harapan agar inisiatif tersebut mendapat dukungan luas sehingga dapat berfungsi efektif sebagai pusat kolaborasi. Langkah-langkah selanjutnya diharapkan melibatkan perumusan kebijakan yang mendukung, penguatan kapasitas, serta peningkatan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor dan AI di tanah air.

Secara keseluruhan, dukungan DPR terhadap Kemenperin menyiratkan keseriusan untuk mendorong pembangunan ekosistem teknologi tinggi yang terintegrasi, dengan ICDEC sebagai salah satu inisiatif yang mendapat sorotan dalam upaya tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Jambi Janji Ganti Rugi untuk Nasabah yang Terdampak Gangguan Layanan

26 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi