Duta Besar Tegaskan Pentingnya Toleransi Jelang Perayaan Keagamaan
Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menyoroti pentingnya kerukunan dan toleransi antarumat beragama, seiring berdekatan-nya momen Lebaran, Nyepi, dan Paskah. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat akan pluralitas yang menjadi bagian dari realitas sosial bangsa Indonesia.
Simbol keragaman
Peristiwa tiga perayaan besar yang hampir bersamaan itu dipandang sebagai simbol kehidupan beragama yang saling berdampingan. Dubes menyampaikan apresiasi terhadap semangat saling menghormati yang ditunjukkan warga, karena sikap tersebut merefleksikan prinsip-prinsip keberagaman yang selama ini dijaga dalam masyarakat Indonesia.
Pesan persatuan dan saling menghormati
Dalam pernyataannya, Dubes menekankan bahwa rasa saling menghormati antar pemeluk agama bukan hanya soal toleransi pasif, melainkan merupakan komitmen aktif untuk memahami dan menjaga ruang bersama. Ia melihat nilai-nilai ini sebagai landasan penting untuk memperkuat kohesi sosial, khususnya saat ada momen keagamaan yang intensif dilakukan di berbagai komunitas.
Peran masyarakat dan perwakilan negara
Dubes juga menyoroti peran berbagai pihak — termasuk pemuka agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan negara — dalam menjaga dialog dan kerja sama antar kelompok. Kerja sama itu, menurutnya, diperlukan untuk meredam potensi gesekan dan memperkuat rasa saling percaya, sehingga perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan damai dan penuh penghormatan.
Menjaga tradisi dan kebersamaan
Jelang momen-momen penting tersebut, Dubes mengapresiasi inisiatif-inisiatif yang menegaskan nilai kebersamaan, baik dalam komunitas Indonesia di luar negeri maupun antarwarga di tanah air. Ia menyebut bahwa praktik saling mengunjungi, berbagi dukungan, dan menghormati tradisi masing-masing merupakan bagian dari upaya memelihara hubungan yang harmonis.
Harapan ke depan
Sebagai penutup, Dubes menyampaikan harapan agar semangat toleransi yang tampak menjelang perayaan Lebaran, Nyepi, dan Paskah dapat berlanjut sepanjang tahun. Ia menegaskan pentingnya mempertahankan dialog, pendidikan nilai-nilai kebangsaan, dan upaya kolektif untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Dengan mengedepankan saling menghormati dan kerja sama lintas keyakinan, Dubes berharap momen-momen keagamaan tersebut tidak hanya menjadi waktu beribadah, tetapi juga kesempatan memperkokoh ikatan sosial yang inklusif dan damai.
Foto: ANTARA News






