Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Memacu Sektor Pertanian
Ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi untuk menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan sektor pertanian. Menurutnya, intervensi semacam ini tidak hanya menyasar masalah gizi tetapi juga bisa memperkuat permintaan terhadap produk pertanian domestik.
Permintaan yang meningkat memberi sinyal positif
Fithra menjelaskan bahwa ketika pemerintah menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok tertentu, kebutuhan akan bahan pangan khususnya produk segar dan olahan akan meningkat. Permintaan tersebut dapat menjadi sinyal pasar yang mendorong petani dan pelaku usaha tani untuk meningkatkan produksi serta memperbaiki kualitas komoditas yang dibutuhkan program.
Manfaat bagi rantai pasok lokal
Selain menambah pendapatan petani, program MBG berpeluang memperkuat rantai pasok lokal. Pengadaan pangan yang bersumber dari petani atau koperasi setempat dapat menekan biaya logistik, mempersingkat jalur distribusi, serta meningkatkan keberlanjutan pasokan. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong investasi kecil pada fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil pertanian di tingkat lokal.
Dua tujuan sekaligus: gizi dan ekonomi
Menurut Fithra, MBG memiliki dimensi ganda: memperbaiki status gizi masyarakat penerima dan memberi dorongan ekonomi sektor primer. Ketika konsumsi makanan bergizi meningkat, dampak positif terhadap kesehatan publik dapat terlihat bersamaan dengan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor pertanian, sehingga program ini menempati posisi strategis dalam kebijakan publik.
Tantangan implementasi
Meski memancarkan potensi, Fithra juga menyoroti perlunya perhatian terhadap sisi implementasi. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, mekanisme pengadaan yang transparan, serta standar kualitas pangan menjadi faktor krusial agar manfaat ekonomi dan kesehatan dari program dapat terealisasi secara optimal. Tanpa pengelolaan yang baik, peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas gizi masyarakat bisa berkurang.
Peran kebijakan pendukung
Untuk memaksimalkan efek pengganda MBG terhadap sektor pertanian, Fithra mendorong adanya kebijakan pendukung yang memfasilitasi akses petani ke pasar program, seperti pembinaan produksi, penyediaan fasilitas pascapanen, serta insentif untuk praktik pertanian yang ramah gizi. Pembelian produk lokal dalam skema pengadaan juga dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menghubungkan bantuan sosial dengan penguatan sektor primer.
Pemantauan dan evaluasi
Aspek lain yang ditekankan adalah pentingnya pemantauan dan evaluasi berkala. Dengan pengukuran hasil yang jelas, pembuat kebijakan dapat menilai efektivitas MBG dalam memperbaiki indikator gizi sekaligus memberikan kontribusi pada pendapatan pertanian. Data dan evaluasi ini menjadi dasar dalam penyesuaian program agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pandangan ekonom UI tersebut menyoroti bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar upaya sosial, melainkan juga instrumen yang berpotensi menghasilkan dampak ekonomi positif pada sektor pertanian asalkan dirancang dan diimplementasikan dengan cermat.
Foto: ANTARA News






