Kolaborasi jadi penentu mutu pemeriksaan keuangan, ujar Fathan Subchi
Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Fathan Subchi, menegaskan bahwa kolaborasi yang erat merupakan kunci utama dalam mencapai keberhasilan pemeriksaan keuangan. Pernyataan ini menempatkan kerja sama sebagai fondasi penting bagi proses audit yang efektif dan akuntabel.
Pentingnya sinergi dalam pemeriksaan
Menurut Fathan Subchi, proses pemeriksaan tidak bisa berjalan optimal tanpa adanya hubungan kerja yang solid antar-pihak yang terlibat. Kolaborasi yang baik membantu memperlancar alur informasi, mempercepat pemecahan masalah, serta meningkatkan kualitas temuan dan rekomendasi hasil pemeriksaan.
Peran komunikasi dan koordinasi
Dalam kerangka pemeriksaan keuangan, komunikasi yang jelas dan koordinasi yang teratur menjadi bagian integral dari upaya memastikan bahwa tujuan pemeriksaan tercapai. Pendekatan kolaboratif memungkinkan pemeriksa dan pihak terkait untuk saling memahami konteks, membahas temuan secara konstruktif, dan menyusun tindak lanjut yang lebih tepat.
Manfaat kolaborasi terhadap akurasi dan akuntabilitas
Kolaborasi yang efektif juga diyakini berkontribusi pada peningkatan akurasi hasil pemeriksaan serta penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Dengan memadukan kemampuan teknis pemeriksa dan informasi dari pihak terkait, proses audit dapat menghasilkan penilaian yang lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penguatan proses pemeriksaan
Fathan Subchi menekankan bahwa membangun kerja sama yang berkelanjutan mendukung proses pemeriksaan yang lebih sistematis. Pendekatan ini bukan hanya soal berbagi data, tetapi juga tentang membangun kepercayaan profesional sehingga rekomendasi pemeriksaan dapat diimplementasikan secara efektif.
Kesimpulan
Pernyataan anggota VI BPK ini menempatkan kolaborasi sebagai elemen sentral dalam upaya meningkatkan kualitas pemeriksaan keuangan. Dengan menitikberatkan pentingnya kerja sama, diharapkan proses pemeriksaan dapat berjalan lebih lancar, hasilnya lebih akurat, dan rekomendasi yang diberikan mampu memperkuat pengelolaan keuangan.
Foto: ANTARA News






