BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

Ekonomi

FINE: Penegakan Aturan Kunci Redam Volatilitas Bursa Imbas Isu MSCI

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Penegakan Aturan Ditekankan untuk Menangkal Volatilitas Akibat Isu MSCI

Co-Founder FINE Institute sekaligus analis ekonomi politik, Kusfiardi, menegaskan pentingnya penegakan aturan sebagai langkah utama untuk meredam fluktuasi pasar modal yang muncul setelah munculnya isu terkait MSCI. Ia menilai bahwa kepastian penerapan regulasi menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketidakpastian pelaku pasar.

Menurut Kusfiardi, respons yang konsisten dari otoritas pasar akan membantu memperkecil ruang bagi spekulasi dan tindakan berisiko yang dapat memperburuk tekanan jual. Penegakan hukum dan kebijakan yang jelas dinilai mampu memberikan sinyal bahwa pasar beroperasi di bawah kerangka aturan yang dipatuhi semua pihak.

Perkembangan di Bursa Efek Indonesia juga sempat menunjukkan respons terhadap gejolak, termasuk penerapan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Langkah tersebut menjadi salah satu mekanisme yang dipakai untuk menstabilkan kondisi sementara pelaku pasar menunggu informasi yang lebih jelas.

Fokus pernyataan Kusfiardi tidak hanya pada penerapan aturan, tetapi juga pada konsistensi dan kecepatan tindakan regulator. Dalam situasi yang bergerak cepat, mekanisme kebijakan yang tegas dan dapat diandalkan dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan investor dan menata kembali mekanisme harga yang sempat terganggu.

Isu-isu eksternal yang memicu perhatian terhadap indeks pasar seperti MSCI sering kali menimbulkan tekanan jangka pendek karena aliran modal dan perubahan persepsi risiko. Di tengah kondisi tersebut, kejelasan kebijakan dan komunikasi dari pihak berwenang dapat menjadi penopang utama agar volatilitas tidak meluas ke sisi fundamental pasar.

Penggunaan langkah-langkah pengendalian pasar seperti penghentian perdagangan sementara menjadi bagian dari alat kebijakan yang tersedia bagi otoritas. Alat-alat ini, bila digunakan secara tepat dan berdasarkan aturan yang transparan, dapat memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi dan bagi regulator untuk menilai perlu tidaknya intervensi lanjutan.

Kusfiardi menggarisbawahi bahwa penguatan tata kelola pasar modal, termasuk penegakan regulasi, merupakan tugas bersama pemangku kepentingan. Perbankan, bursa, manajer investasi, dan otoritas diharapkan bersinergi dalam menerapkan ketentuan yang mengatur aktivitas pasar untuk menjaga stabilitas dan integritas pasar modal.

Secara garis besar, pandangan yang disampaikan menekankan bahwa dalam menghadapi isu yang memengaruhi sentimen, kebijakan yang tegas dan konsisten, didukung komunikasi yang jelas kepada publik, akan membantu menahan dampak volatilitas yang dapat merugikan investor dan mengganggu fungsi pasar sebagai mekanisme alokasi modal.

Gambar terkait pelaporan menunjukkan suasana di bursa saat salah satu langkah penghentian perdagangan diberlakukan, mencerminkan upaya otoritas untuk menstabilkan kondisi pasar sementara informasi dan kebijakan diselaraskan.

Catatan: Pernyataan di atas merujuk pada penekanan penegakan aturan oleh Kusfiardi terkait gejolak pasar yang dipicu isu MSCI dan pengamatan terhadap langkah-langkah yang diambil otoritas pasar.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi