Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru Festival Sepak Bola Rakyat di Palu: Coaching Clinic untuk SSB Fasilitas Air Minum Siap Saji Akan Hadir di Jalur Sudirman-Thamrin Peran Bahasa dalam Menyatukan Budaya di Purwokerto Sabar dan Reza Bawa Indonesia Samakan Skor Melawan Thailand PT PAL dan IKI Bangun Kapal Pinisi untuk Penguatan Sektor Maritim Sulsel

Nusantara

Gubernur Jabar Sebut Alih Fungsi Lahan Jadi Penyebab Utama Banjir di Bandung Raya

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Bandung, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa banjir yang sering melanda wilayah Bandung Raya disebabkan oleh alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Menurutnya, perubahan penggunaan lahan dari fungsinya semula menjadi penyebab utama terjadinya penurunan daya resap air ke dalam tanah sehingga memicu banjir.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga fungsi lahan sebagai daerah resapan air. Perubahan lahan yang sebelumnya berupa area hijau berubah menjadi lahan terbangun atau pemukiman menyebabkan berkurangnya kapasitas tanah untuk menyerap air hujan. Akibatnya, air hujan yang seharusnya terserap oleh tanah malah mengalir ke permukaan, meningkatkan risiko banjir di kawasan perkotaan khususnya Bandung Raya.

Gubernur juga mendorong kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Ia menilai sudah saatnya dilakukan penataan kembali fungsi lahan agar dampak negatif seperti banjir dapat diminimalkan.

Permasalahan alih fungsi lahan ini menjadi sorotan karena semakin besarnya tekanan urbanisasi yang menyebabkan pembangunan di kawasan pinggiran kota menjadi pesat tanpa diimbangi dengan kelestarian lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan wilayah Bandung menjadi rawan banjir setiap musim hujan.

Solusi menjaga kelestarian fungsi lahan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi bencana banjir yang sering merugikan warga dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mengawasi dan mengelola lahan dengan baik.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sulawesi Tenggara Terima Alokasi Tambahan 10.000 Hektar Cetak Sawah Baru

27 April 2026 - 18:03 WIB

ANTARA News

Persiapan Optimal Layanan Haji di Makkah oleh Petugas PPIH

24 April 2026 - 19:58 WIB

ANTARA News

Pemkot Jaktim Tingkatkan Pembinaan untuk Pertanian Melon Inthanon

24 April 2026 - 13:26 WIB

ANTARA News

Satgas PRR Percepat Pemulihan Sumatera Lewat Sinergi Antar Daerah

25 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Arus Balik H+3 Idul Fitri di Pelabuhan Ketapang: Ramai Namun Lancar

24 Maret 2026 - 12:00 WIB

ANTARA News
Trending di Nusantara