Kodim 0108/Aceh Tenggara Bangun Jembatan Gantung Pasca-Banjir Bandang Pemda DIY Umumkan Penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah Kemenko Ekonomi: Kopdes Merah Putih Kunci Pengelolaan Energi Berbasis Komunitas Polda Maluku Gelar Sidang Komisi Kode Etik untuk Bripda Masias Siahaya yang Tewaskan Pelajar Kapolda Maluku Jenguk Korban Kekerasan yang Melibatkan Personel Brimob di Rumah Sakit RunSight: Wearable Untuk Membantu Penyandang Disabilitas Visual Berlari Secara Mandiri

Humaniora

Gubernur Pramono Anung: Silaturahim Jadi Momen Paling Dirindukan Saat Ramadhan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Pramono Anung: Silaturahim Paling Dirindukan di Bulan Ramadhan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui bahwa momen yang paling dirindukannya selama bulan Ramadhan adalah saat-saat bersilaturahim. Pernyataan ini menyoroti pentingnya hubungan sosial dan kebersamaan yang menjadi ciri khas Ramadhan bagi banyak orang.

Makna Silaturahim dalam Ramadhan

Silaturahim sering dipahami sebagai upaya menjaga hubungan antarindividu, keluarga, dan komunitas. Dalam konteks Ramadhan, kegiatan ini biasanya meliputi saling berkunjung, berkumpul untuk berbuka puasa, bertukar maaf, serta memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga dan tetangga. Bagi banyak orang, tradisi-tradisi tersebut menjadi bagian esensial dari pengalaman spiritual dan sosial selama bulan suci.

Nilai Sosial dan Emosional

Rasa rindu terhadap momen silaturahim mencerminkan kebutuhan manusia terhadap kehadiran fisik dan interaksi langsung. Kebersamaan di bulan Ramadhan tidak hanya memenuhi aspek ritual keagamaan, tetapi juga memperkuat jaringan sosial yang berperan dalam saling dukung dan solidaritas. Pengakuan seorang pemimpin daerah terhadap hal ini menunjukkan bahwa kerinduan tersebut dirasakan lintas lapisan masyarakat.

Dampak Bagi Kehidupan Publik

Walaupun fokus utama pernyataan ini adalah pada aspek emosional dan sosial, penting untuk melihat bagaimana tradisi silaturahim memengaruhi dinamika komunitas di tingkat kota dan wilayah. Aktivitas berkumpul dan saling mengunjungi kerap menjadi momen untuk mempererat hubungan antarwarga, sekaligus memperkuat identitas bersama dalam lingkungan yang lebih luas.

Menjaga Tradisi dalam Perubahan

Ketika masyarakat menghadapi berbagai perubahan gaya hidup dan mobilitas, menjaga tradisi silaturahim membutuhkan kesadaran dan upaya dari setiap individu. Menjaga komunikasi, saling mengingatkan, serta memberi perhatian kepada tetangga dan keluarga menjadi cara-cara sederhana yang dapat melestarikan nilai-nilai tersebut. Bagi pejabat publik, menyuarakan pentingnya kebersamaan juga berperan sebagai pengingat kolektif tentang nilai-nilai sosial yang mendasar.

Kesimpulan

Pengakuan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bahwa momen silaturahim adalah hal yang paling dirindukannya pada bulan Ramadhan menggarisbawahi betapa kuatnya nilai kebersamaan dalam perayaan tersebut. Silaturahim bukan sekadar tradisi sosial, melainkan komponen penting yang memperkaya makna spiritual dan menjaga kohesi komunitas di tengah kehidupan perkotaan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemda DIY Umumkan Penerapan Pendidikan Khas Kejogjaan di Seluruh Sekolah

23 Februari 2026 - 20:30 WIB

ANTARA News

Tadarus Melingkar Pererat Kebersamaan di Pesantren Ar‑Raudlatul Hasanah, Medan

22 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Ngabuburit dengan Buku: Perpustakaan Keliling Hadir di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri

21 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Mazhab Syafi’i: Niat Puasa Wajib Diperbarui Setiap Malam, Penjelasan dari PBNU

21 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Di Balik Sajadah: Mengungkap Bayang Kekerasan terhadap Santriwati

21 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora