Selasa Pagi: Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun Bersama ALMAL Gandeng Wyndham Hotels & Resorts untuk Kelola ‘The One by ALMAL’ di Bali Nusa Dua Mendes Yandri Susanto: Koperasi Desa Sebagai Program Strategis Nasional Perlu Didukung Bersama Polres Cirebon Catat Peningkatan Arus Kendaraan di Pantura Jelang Puncak Mudik Pemerintah Susun Rencana Efisiensi untuk Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen Potret Teheran Terkoyak: Menyusuri Jalanan yang Porak-poranda

Warta Bumi

Gunung Marapi Meletus Selasa Pagi, Erupsi Perdana pada Awal 2026

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Padang, Sumatera Barat — Gunung Marapi yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, dilaporkan mengalami letusan pada Selasa pagi. Peristiwa ini tercatat sebagai erupsi perdana pada awal tahun 2026.

Informasi awal mengenai terjadinya letusan disampaikan melalui laporan-laporan yang beredar di media dan foto yang menunjukkan kondisi gunung. Foto yang terkait dengan kejadian ini memperlihatkan tampilan Gunung Marapi pada saat terjadinya aktivitas tersebut.

Hingga saat penulisan berita ini, rincian teknis mengenai erupsi — termasuk waktu pasti, jenis letusan, tinggi kolom abu, dampak langsung, atau adanya korban jiwa dan kerusakan materiil — belum tersedia secara lengkap dalam sumber yang diterima. Perkembangan lanjutan serta keterangan resmi dari pihak berwenang masih dinantikan untuk memberikan gambaran yang lebih rinci tentang skala dan konsekuensi erupsi.

Gunung Marapi berada di wilayah yang meliputi dua kabupaten di Sumatera Barat, sehingga potensi dampak terhadap kawasan sekitar bergantung pada besaran aktivitas vulkanik dan arah sebaran material letusan. Masyarakat di daerah terdampak biasanya menunggu informasi resmi untuk langkah selanjutnya, termasuk rekomendasi keselamatan dan evakuasi bila diperlukan.

Peliputan foto yang beredar menyertakan gambar yang diambil saat peristiwa berlangsung. Gambar tersebut menjadi bagian dari dokumentasi awal yang menunjukkan kondisi gunung dan suasana di sekitarnya pada waktu kejadian. Dokumentasi visual semacam ini kerap membantu pihak berwenang dan media dalam menyampaikan informasi awal kepada publik.

Sampai keluarnya pernyataan resmi dari instansi terkait, termasuk catatan pemantauan aktivitas gunung api, pembaruan mengenai keadaan Gunung Marapi tetap dinantikan. Media dan sumber informasi setempat diharapkan memberikan laporan yang lebih lengkap dan terverifikasi demi memastikan akurasi berita serta keselamatan masyarakat.

Kami akan memperbarui berita ini ketika ada keterangan resmi yang tersedia. Pembaca disarankan mengikuti saluran informasi resmi untuk mendapatkan petunjuk keselamatan dan pembaharuan situasi terkini.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Mencapai 32,6°C di Jawa Tengah

12 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

BMKG: Dua Bibit Siklon 93S dan 95W Tingkatkan Potensi Hujan Lebat Hari Ini

9 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Syngenta Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Pemberdayaan Petani Hortikultura demi Ketahanan Pangan

7 Maret 2026 - 08:01 WIB

ANTARA News

Kemenhut Perkuat Kolaborasi dengan ICRAF untuk Kembangkan Agroforestri di Indonesia

5 Maret 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi