BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Dunia

Hamas Setujui Kehadiran Pasukan Internasional untuk Pantau Gencatan Senjata di Gaza

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi pada Kamis (11/12) bahwa faksi-faksi Palestina yang berada di Gaza telah memberikan persetujuan terhadap kehadiran pasukan internasional. Persetujuan ini diberikan dengan batasan yang jelas, yakni kehadiran pasukan tersebut hanya untuk tujuan memantau pelaksanaan gencatan senjata di wilayah Gaza.

Langkah ini menunjukkan respons dari Hamas dan faksi-faksi lain terhadap upaya menjaga kestabilan dan mencegah kembali terjadinya konflik yang lebih luas. Dengan adanya pasukan internasional sebagai pengawas, diharapkan situasi keamanan di Gaza dapat dipantau secara lebih objektif dan ketat serta gencatan senjata dapat bertahan dalam jangka panjang.

Keputusan ini mendapat perhatian dari komunitas internasional karena menjadi salah satu langkah strategis dalam proses perdamaian di kawasan yang selama ini sering terjadi ketegangan. Kehadiran pasukan internasional tidak dimaksudkan sebagai partisipasi militer, melainkan pengawasan ketat atas ketaatan semua pihak terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Faksi-faksi di Gaza, khususnya Hamas, memahami pentingnya peran pengawasan independen untuk memperkuat kepercayaan antar pihak yang sedang bernegosiasi dan sekaligus memberikan jaminan perlindungan terhadap pelanggaran yang mungkin terjadi. Dengan demikian, misi pengawasan internasional ini diharapkan mendukung stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Teheran Peringatkan Trump: Ancaman “Pelajaran Tak Terlupakan” Jika AS Menyerang Iran

13 Januari 2026 - 08:30 WIB

ANTARA News

UNRWA Tegaskan Gaza Butuh Akses Bantuan, Khawatir Soal Pencabutan Izin oleh Israel

12 Januari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Iran Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional untuk ‘Martir’ Unjuk Rasa

12 Januari 2026 - 11:30 WIB

ANTARA News

AS Rilis Rekaman Jet Tempur saat Lancarkan Serangan Udara ke Basis ISIS di Suriah

11 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Bus Terjun ke Jurang di India, 9 Orang Tewas dan 40 Luka-luka

11 Januari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia