BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Dunia

Hamas Setujui Kehadiran Pasukan Internasional untuk Pantau Gencatan Senjata di Gaza

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi pada Kamis (11/12) bahwa faksi-faksi Palestina yang berada di Gaza telah memberikan persetujuan terhadap kehadiran pasukan internasional. Persetujuan ini diberikan dengan batasan yang jelas, yakni kehadiran pasukan tersebut hanya untuk tujuan memantau pelaksanaan gencatan senjata di wilayah Gaza.

Langkah ini menunjukkan respons dari Hamas dan faksi-faksi lain terhadap upaya menjaga kestabilan dan mencegah kembali terjadinya konflik yang lebih luas. Dengan adanya pasukan internasional sebagai pengawas, diharapkan situasi keamanan di Gaza dapat dipantau secara lebih objektif dan ketat serta gencatan senjata dapat bertahan dalam jangka panjang.

Keputusan ini mendapat perhatian dari komunitas internasional karena menjadi salah satu langkah strategis dalam proses perdamaian di kawasan yang selama ini sering terjadi ketegangan. Kehadiran pasukan internasional tidak dimaksudkan sebagai partisipasi militer, melainkan pengawasan ketat atas ketaatan semua pihak terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Faksi-faksi di Gaza, khususnya Hamas, memahami pentingnya peran pengawasan independen untuk memperkuat kepercayaan antar pihak yang sedang bernegosiasi dan sekaligus memberikan jaminan perlindungan terhadap pelanggaran yang mungkin terjadi. Dengan demikian, misi pengawasan internasional ini diharapkan mendukung stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris

26 Maret 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News

Menlu Malaysia Hubungi Rekan Iran, Mendesak Gencatan Senjata Segera

25 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

China Tegaskan Komitmen Mediasi Diplomatik di Tengah Konflik Timur Tengah

24 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

JDF Asia Pasifik Mendesak Tekanan Internasional agar Israel Buka Akses Masjidil Aqsa

24 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Non-Afiliasi AS dan Israel

24 Maret 2026 - 11:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia