Polrestabes Bandung Dalami Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung di Cihampelas Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi 17–18 Maret KCNA Laporkan Sub‑Unit Artileri Jarak Jauh Korut Gelar Uji Coba Ultrapresisi 13 Penumpang Dievakuasi dari Kapal Rusak di Perairan Pulau Karang Beras Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang Bahlil Dorong Penguatan Kerja Sama Energi di Kawasan Indo-Pasifik

Dunia

Hamas Setujui Kehadiran Pasukan Internasional untuk Pantau Gencatan Senjata di Gaza

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Seorang pejabat senior Hamas mengonfirmasi pada Kamis (11/12) bahwa faksi-faksi Palestina yang berada di Gaza telah memberikan persetujuan terhadap kehadiran pasukan internasional. Persetujuan ini diberikan dengan batasan yang jelas, yakni kehadiran pasukan tersebut hanya untuk tujuan memantau pelaksanaan gencatan senjata di wilayah Gaza.

Langkah ini menunjukkan respons dari Hamas dan faksi-faksi lain terhadap upaya menjaga kestabilan dan mencegah kembali terjadinya konflik yang lebih luas. Dengan adanya pasukan internasional sebagai pengawas, diharapkan situasi keamanan di Gaza dapat dipantau secara lebih objektif dan ketat serta gencatan senjata dapat bertahan dalam jangka panjang.

Keputusan ini mendapat perhatian dari komunitas internasional karena menjadi salah satu langkah strategis dalam proses perdamaian di kawasan yang selama ini sering terjadi ketegangan. Kehadiran pasukan internasional tidak dimaksudkan sebagai partisipasi militer, melainkan pengawasan ketat atas ketaatan semua pihak terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Faksi-faksi di Gaza, khususnya Hamas, memahami pentingnya peran pengawasan independen untuk memperkuat kepercayaan antar pihak yang sedang bernegosiasi dan sekaligus memberikan jaminan perlindungan terhadap pelanggaran yang mungkin terjadi. Dengan demikian, misi pengawasan internasional ini diharapkan mendukung stabilitas jangka panjang di wilayah tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KCNA Laporkan Sub‑Unit Artileri Jarak Jauh Korut Gelar Uji Coba Ultrapresisi

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Prancis Serahkan Kembali Genderang Suci “Djidji Ayokwe” kepada Masyarakat Atchan di Pantai Gading

14 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Macron: Seorang Prajurit Prancis Meninggal Usai Diserang Drone di Irak

13 Maret 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

DK PBB Gagal Mengesahkan Rancangan Resolusi yang Mendesak Penghentian Aktivitas Militer

12 Maret 2026 - 15:00 WIB

ANTARA News

Utusan Khusus AS: Akhir Operasi terhadap Iran Belum Jelas

11 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia