Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic

Warta Bumi

Hidup Bersama Ancaman Bencana yang Terlupakan

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Hidup di Atas Lanskap Risiko

Indonesia terus hidup berdampingan dengan kerentanan bencana yang melekat pada kondisi geografi dan iklimnya. Wilayah pesisir rawan mengalami ancaman tsunami sepanjang zona megathrust, sementara pola hujan ekstrem berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di berbagai daerah.

Ancaman yang tidak boleh terabaikan

Tsunami dan hujan ekstrem hanyalah sebagian dari risiko yang dihadapi. Kombinasi faktor alam dan kegiatan manusia membuat ancaman ini mudah berulang dan berdampak luas. Ketidakpastian waktu dan lokasi kejadian menuntut perhatian berkelanjutan agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur

Kejadian bencana cenderung menimbulkan gangguan serius pada kehidupan sehari-hari, meliputi kerusakan hunian, gangguan akses layanan dasar, dan tekanan terhadap sumber penghidupan. Selain itu, infrastruktur publik serta jaringan transportasi dan komunikasi bisa terganggu sehingga memperlambat respons darurat dan proses pemulihan.

Pentingnya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko

Menjalani kehidupan di daerah berisiko menghendaki langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan. Langkah-langkah tersebut mencakup penguatan sistem peringatan dini, pengelolaan tata ruang yang mempertimbangkan bahaya, serta peningkatan kapasitas masyarakat untuk tanggap darurat. Intervensi di tingkat lokal dan regional memainkan peran penting dalam mengurangi kerentanan kelompok yang paling terdampak.

Peran informasi dan pendidikan publik

Informasi yang akurat dan pendidikan tentang risiko bencana membantu komunitas memahami ancaman serta tindakan yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah kejadian. Upaya sosialisasi dan latihan evakuasi dapat meningkatkan kesiapan warga, sedangkan akses ke informasi real-time menunjang pengambilan keputusan dalam situasi darurat.

Menjaga ketahanan jangka panjang

Ketahanan terhadap bencana bukan hanya soal respons sesaat, melainkan juga perencanaan jangka panjang yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Pendekatan berkelanjutan mencakup penguatan infrastruktur, rehabilitasi ekosistem yang berfungsi sebagai penyangga bencana, serta kebijakan yang memperhitungkan perubahan kondisi iklim dan geologi.

Hidup bersama ancaman bencana menuntut kewaspadaan terus-menerus dari semua pihak. Dengan pemahaman risiko yang lebih baik, kebijakan yang tepat, serta partisipasi masyarakat, dampak bencana dapat ditekan dan kemampuan pulih komunitas dapat ditingkatkan.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polairud Polres Penajam Ajak Warga Bersama Cegah Pencemaran Sampah

28 Februari 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Pemerintah Tetapkan “Renduk” Rehab-Rekon sebagai Dasar Alokasi Anggaran Pascabencana di Sumatera

27 Februari 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Wamendagri: Sinkronisasi Antarlevel Kunci Hadapi Perubahan Iklim

25 Februari 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Penyintas di Pintu Rimba Mendesak Percepatan Pembukaan Jalan dan Pembangunan Huntap

21 Februari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

BMKG Tetapkan Tujuh Kabupaten di Jawa Tengah Berstatus Siaga Karena Curah Hujan Tinggi

21 Februari 2026 - 09:30 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi