Menlu AS Minta Warga Amerika Tinggalkan Iran dan Melarang Perjalanan ke Sana Polda Metro Jaya Tanggapi Kasus Mahasiswa yang Mencoret Hijab Polwan Pawai Ogoh-Ogoh Akan Meriahkan Perayaan Nyepi di Bundaran HI 19 Maret Menteri Trenggono Salurkan Beras Program SPHP untuk Nelayan di Lombok Timur Bursa: Perpaduan Sejarah dan Alam yang Menenangkan di Anatolia AHY Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi untuk Mudik

Ekonomi

HIPMI Apresiasi Kenaikan Porsi Investasi Dapen dan Asuransi: Respons Berani Presiden

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

HIPMI Sambut Positif Kenaikan Porsi Investasi Dapen dan Asuransi

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah yang menaikkan porsi investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi. Menurut Akbar, kebijakan tersebut menunjukkan keberanian pemerintah, khususnya Presiden, dalam mengambil langkah strategis untuk memperkuat peran modal domestik.

Dalam penilaiannya, kenaikan porsi investasi oleh institusi-institusi keuangan besar seperti dana pensiun dan asuransi dapat menjadi katalis untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong channeling dana jangka panjang ke sektor-sektor produktif dan proyek yang mempunyai efek pengganda bagi perekonomian.

Akbar menekankan bahwa keputusan itu bukan semata soal angka porsi, melainkan sinyal kebijakan yang menyiratkan komitmen pemerintah untuk memanfaatkan kekuatan tabungan domestik. Bagi HIPMI, dorongan agar dana-dana institusional tersebut lebih aktif berinvestasi di pasar domestik merupakan hal yang positif, terutama bagi upaya pemulihan dan percepatan pembangunan ekonomi.

HIPMI melihat potensi manfaat yang beragam dari kebijakan ini jika dilaksanakan dengan pengawasan yang baik. Salah satu harapan yang disampaikan organisasi pengusaha muda itu adalah agar investasi institusi keuangan tersebut diarahkan pada proyek-proyek yang memberikan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat rantai nilai dalam negeri. Selain itu, transparansi dan tata kelola investasi yang baik dianggap krusial agar tujuan pembangunan jangka panjang dapat tercapai tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Pernyataan Akbar juga mencerminkan keinginan agar perubahan porsi investasi tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi diikuti oleh serangkaian langkah pendukung. Menurutnya, regulasi yang jelas dan mekanisme pelaksanaan yang terukur akan membantu meminimalkan risiko dan memastikan bahwa aliran modal ini memberikan manfaat nyata bagi sektor riil, termasuk usaha kecil dan menengah serta proyek infrastruktur prioritas.

Dalam konteks dunia usaha, wakil HIPMI itu mendorong adanya dialog yang berkelanjutan antara pemangku kepentingan—pemerintah, pengelola dana, pelaku usaha, dan regulator—untuk menyusun kerangka investasi yang seimbang. Kolaborasi semacam ini dinilai perlu agar dana institusional dapat terserap secara efektif ke proyek-proyek berkualitas tanpa mengorbankan stabilitas pasar keuangan.

Meski menyambut baik, HIPMI juga mengingatkan perlunya evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan agar dampak positifnya dapat dipetakan dan dikembangkan. Pengawasan independen dan pelaporan yang transparan disebut sebagai elemen kunci agar masyarakat dan pemangku kepentingan lain mendapat kepastian mengenai penggunaan dana publik dan institusional.

Menutup pernyataannya, Akbar menyampaikan apresiasi atas keberanian pemerintah mengambil arah kebijakan yang lebih proaktif dalam memobilisasi dana domestik. Ia berharap langkah ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan memberi ruang bagi pelaku usaha, khususnya generasi muda, untuk berperan lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News

Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp3,083 Juta/gr, Galeri24 Rp3,065 Juta/gr

27 Februari 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Bank Jambi Janji Ganti Rugi untuk Nasabah yang Terdampak Gangguan Layanan

26 Februari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Kemenperin Klarifikasi Isu Pemutusan Hubungan Kerja di Pabrik Mie Sedaap

26 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi