HIPMI Sambut Positif Kenaikan Porsi Investasi Dapen dan Asuransi
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah yang menaikkan porsi investasi dana pensiun dan perusahaan asuransi. Menurut Akbar, kebijakan tersebut menunjukkan keberanian pemerintah, khususnya Presiden, dalam mengambil langkah strategis untuk memperkuat peran modal domestik.
Dalam penilaiannya, kenaikan porsi investasi oleh institusi-institusi keuangan besar seperti dana pensiun dan asuransi dapat menjadi katalis untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan di dalam negeri. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong channeling dana jangka panjang ke sektor-sektor produktif dan proyek yang mempunyai efek pengganda bagi perekonomian.
Akbar menekankan bahwa keputusan itu bukan semata soal angka porsi, melainkan sinyal kebijakan yang menyiratkan komitmen pemerintah untuk memanfaatkan kekuatan tabungan domestik. Bagi HIPMI, dorongan agar dana-dana institusional tersebut lebih aktif berinvestasi di pasar domestik merupakan hal yang positif, terutama bagi upaya pemulihan dan percepatan pembangunan ekonomi.
HIPMI melihat potensi manfaat yang beragam dari kebijakan ini jika dilaksanakan dengan pengawasan yang baik. Salah satu harapan yang disampaikan organisasi pengusaha muda itu adalah agar investasi institusi keuangan tersebut diarahkan pada proyek-proyek yang memberikan nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat rantai nilai dalam negeri. Selain itu, transparansi dan tata kelola investasi yang baik dianggap krusial agar tujuan pembangunan jangka panjang dapat tercapai tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Pernyataan Akbar juga mencerminkan keinginan agar perubahan porsi investasi tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi diikuti oleh serangkaian langkah pendukung. Menurutnya, regulasi yang jelas dan mekanisme pelaksanaan yang terukur akan membantu meminimalkan risiko dan memastikan bahwa aliran modal ini memberikan manfaat nyata bagi sektor riil, termasuk usaha kecil dan menengah serta proyek infrastruktur prioritas.
Dalam konteks dunia usaha, wakil HIPMI itu mendorong adanya dialog yang berkelanjutan antara pemangku kepentingan—pemerintah, pengelola dana, pelaku usaha, dan regulator—untuk menyusun kerangka investasi yang seimbang. Kolaborasi semacam ini dinilai perlu agar dana institusional dapat terserap secara efektif ke proyek-proyek berkualitas tanpa mengorbankan stabilitas pasar keuangan.
Meski menyambut baik, HIPMI juga mengingatkan perlunya evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan agar dampak positifnya dapat dipetakan dan dikembangkan. Pengawasan independen dan pelaporan yang transparan disebut sebagai elemen kunci agar masyarakat dan pemangku kepentingan lain mendapat kepastian mengenai penggunaan dana publik dan institusional.
Menutup pernyataannya, Akbar menyampaikan apresiasi atas keberanian pemerintah mengambil arah kebijakan yang lebih proaktif dalam memobilisasi dana domestik. Ia berharap langkah ini menjadi pijakan awal untuk memperkuat pembiayaan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan memberi ruang bagi pelaku usaha, khususnya generasi muda, untuk berperan lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi negara.
Foto: ANTARA News






