BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

IFG: Perlu Mitigasi Risiko jika Batas Investasi Saham Diperbesar untuk Dapen dan Asuransi

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

IFG Tekankan Pentingnya Mitigasi Risiko pada Rencana Kenaikan Batas Investasi Saham

Kepala IFG Progress, Ibrahim Kholilul Rohman, menyampaikan bahwa rencana kenaikan batas investasi saham untuk industri dana pensiun dan asuransi perlu diimbangi dengan upaya mitigasi risiko. Pernyataan ini menyoroti perhatian institusi terhadap dampak potensi peningkatan eksposur terhadap aset berisiko tinggi.

Menurut Ibrahim, saat mempertimbangkan perubahan aturan terkait proporsi portofolio yang dapat ditanamkan pada instrumen saham, penting bagi pelaku industri untuk memperkuat manajemen risiko. Hal ini dimaksudkan agar tujuan peningkatan imbal hasil tidak mengorbankan stabilitas keuangan peserta atau pemegang polis.

Rencana penyesuaian batas investasi tersebut, sebagaimana dikemukakan, membuka peluang alokasi aset yang lebih besar ke pasar modal. Namun, Ibrahim menekankan bahwa setiap langkah reformasi dalam kebijakan investasi harus dirancang dengan memperhatikan mekanisme pengendalian risiko yang memadai dan kesiapan institusi pengelola dana.

Dalam konteks pengelolaan dana pensiun dan portofolio asuransi, peningkatan porsi saham biasanya dihubungkan dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Meski begitu, Ibrahim mengingatkan bahwa paparan terhadap fluktuasi pasar mesti dikelola secara hati-hati agar tidak mengganggu kemampuan jangka panjang dalam memenuhi kewajiban kepada penerima manfaat dan pemegang polis.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya sistem tata kelola yang kuat dan kapasitas internal yang memadai pada pengelola dana. Ini mencakup proses evaluasi investasi, strategi diversifikasi, serta prosedur pengawasan yang dapat merespons dinamika pasar. Kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur analitik juga dianggap penting dalam menghadapi perubahan kebijakan investasi.

Pernyataan dari pimpinan IFG Progress ini muncul di tengah wacana mengenai penataan kembali aturan alokasi aset bagi industri keuangan yang mengelola dana publik. Sementara potensi imbal hasil dari saham bisa menarik bagi pengelola yang mencari peningkatan return, kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan dana tetap menjadi perhatian utama.

Ibrahim menggarisbawahi bahwa upaya mitigasi tidak hanya soal menyiapkan kebijakan teknis, tetapi juga tentang peningkatan transparansi dan komunikasi kepada pemangku kepentingan. Pendekatan yang jelas terhadap risiko dan imbal hasil diharapkan bisa membantu membangun kepercayaan serta memastikan bahwa perubahan kebijakan sejalan dengan tujuan perlindungan peserta dan pemegang polis.

Secara garis besar, pernyataan IFG Progress menekankan keseimbangan antara mencari hasil investasi yang lebih baik dan menjaga ketahanan keuangan institusi. Penerapan langkah mitigasi yang komprehensif disebut sebagai syarat penting apabila batas investasi saham akan dinaikkan untuk dana pensiun dan perusahaan asuransi.

Dengan menempatkan pengelolaan risiko sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembaruan kebijakan investasi, diharapkan setiap perubahan dapat dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Hal ini bertujuan agar manfaat jangka panjang bagi penerima manfaat dan pemegang polis dapat dicapai tanpa mengabaikan aspek prudensial dari pengelolaan dana.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi