Wali Kota Ajak Warga Manfaatkan Imlek untuk Pererat Kebersamaan
Bodewin Wattimena, Wali Kota Ambon, mengimbau masyarakat memaknai perayaan Tahun Baru Imlek sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan di tengah berdekatannya perayaan Imlek dan bulan suci Ramadhan. Menurutnya, momen ini sebaiknya dijadikan ajang mempererat hubungan antarwarga dan memupuk toleransi antarumat beragama.
Pesan tersebut disampaikan menjelang perayaan Imlek, yang kali ini waktunya berdekatan dengan awal Ramadhan. Wali Kota menyoroti pentingnya sikap saling menghormati antara komunitas yang merayakan Imlek dan mereka yang menjalankan ibadah puasa. Ia berharap perbedaan tradisi dan keyakinan menjadi sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan sosial di kota Ambon.
Selain menyerukan semangat kebersamaan, pemimpin kota juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana kondusif selama rentang waktu perayaan tersebut. Keharmonisan antarwarga, menurutnya, dapat terwujud bila masyarakat saling menghormati praktik keagamaan dan tradisi satu sama lain.
Wali Kota menekankan peranan tokoh adat, tokoh agama, dan pemimpin komunitas dalam mendorong sikap toleran dan kerja sama. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dinilai penting untuk merawat nilai-nilai kebhinekaan dan menjamin suasana aman dan damai saat perayaan berlangsung.
Kota Ambon, yang memiliki keberagaman budaya dan agama, menjadi latar bagi upaya memperkuat hubungan antarwarga. Imbauan untuk menjadikan perayaan sebagai momentum solidaritas datang di saat warga tengah bersiap menyambut kedua perayaan yang berdekatan. Wali Kota menyampaikan harapan agar nuansa kebersamaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan itu, pemerintah daerah diharapkan terus memfasilitasi dialog antar komunitas dan menyediakan ruang bagi kegiatan-kegiatan yang mempererat persaudaraan. Dukungan dari pemerintah lokal diharapkan membantu menjaga ketenteraman dan memudahkan koordinasi antar pemangku kepentingan selama periode perayaan.
Pesan yang disampaikan Wali Kota Ambon menegaskan komitmen untuk merawat toleransi sebagai salah satu fondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan menjadikan perayaan Imlek sebagai momentum untuk bangkitkan kebersamaan, diharapkan hubungan antarwarga tetap terjaga meski terdapat perbedaan hari besar keagamaan yang berdekatan.
Pelibatan semua kalangan, baik pemuka agama, tokoh masyarakat, maupun warga biasa diharapkan mampu memperkuat ikatan sosial dan menciptakan suasana yang harmonis. Dengan demikian, perayaan keagamaan dan tradisi akan berjalan selaras tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Foto: ANTARA News






