BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

Indef: Kredibilitas Fiskal dan Stabilitas Moneter Kunci Menjaga Rupiah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Indef Tekankan Peran Fiskal dan Moneter untuk Menjaga Rupiah

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan kestabilan moneter sebagai penopang utama nilai tukar rupiah. Menurut Indef, kedua elemen ini saling terkait dan menjadi faktor kunci agar mata uang domestik tetap berada pada jalur yang stabil.

Kredibilitas fiskal dimaknai sebagai kesungguhan pemerintah dalam menerapkan anggaran yang berkelanjutan dan transparan. Indef menilai bahwa kebijakan fiskal yang dipandang dapat dipercaya oleh pelaku pasar akan membantu meredam tekanan pada nilai tukar dengan meningkatkan kepercayaan investor dan mengurangi kerentanan terhadap arus modal keluar.

Selain itu, pengelolaan utang dan pengeluaran publik yang hati-hati menjadi bagian dari upaya membangun kredibilitas tersebut. Indef menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas agar ekspektasi pasar tidak mudah terguncang ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi.

Stabilitas moneter juga mendapat sorotan dari Indef. Kondisi moneter yang stabil dianggap krusial dalam menjaga nilai tukar, terutama ketika menghadapi gejolak eksternal. Stabilitas ini mencakup upaya menjaga inflasi yang terkendali serta memastikan kebijakan suku bunga dan likuiditas mendukung tujuan menjaga daya beli dan kestabilan mata uang.

Indef menggarisbawahi bahwa koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter perlu berjalan baik. Kedua pihak diharapkan bekerja secara sinergis untuk mencapai keseimbangan antara tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang, sehingga kebijakan yang diambil tidak saling bertentangan dan justru menimbulkan volatilitas pada nilai rupiah.

Pentingnya cadangan devisa, mekanisme pasar yang efisien, serta kebijakan yang responsif terhadap dinamika global turut disebut sebagai aspek yang mendukung stabilitas moneter. Indef menyampaikan bahwa upaya menjaga stabilitas sebaiknya disertai dengan kebijakan yang komunikatif sehingga pelaku pasar dapat menyesuaikan ekspektasinya secara lebih akurat.

Dalam konteks pasar valuta asing, Indef menekankan bahwa sentimen investor sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap kredibilitas kebijakan makroekonomi. Oleh karena itu, membangun dan memelihara kepercayaan publik dan pelaku pasar menjadi tugas penting bagi pembuat kebijakan.

Indef juga menekankan pendekatan yang seimbang antara kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga disiplin fiskal. Kebijakan fiskal yang longgar tanpa kejelasan sumber pembiayaan berisiko menggerus kredibilitas dan menimbulkan tekanan pada nilai tukar.

Secara keseluruhan, Indef mendorong agar pemerintah dan otoritas moneter terus menjaga konsistensi kebijakan dan meningkatkan transparansi. Langkah-langkah tersebut dianggap penting untuk memperkuat fondasi ekonomi dan melindungi rupiah dari gejolak eksternal maupun domestik.

Gambaran akhir: Menurut Indef, kombinasi kredibilitas fiskal dan stabilitas moneter merupakan pondasi utama yang dapat membantu menjaga nilai tukar rupiah. Koordinasi kebijakan, komunikasi yang baik, serta pengelolaan risiko yang hati-hati menjadi elemen pendukung agar rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi