BPBD Jatim Cepat Perbaiki Peralatan Early Warning System Pasca Banjir BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran DVI Polda Sulut Identifikasi Tiga Korban Kebakaran di Panti Wreda Masalah Mata, Duet Marwan/Aisyah Dipastikan Absen dari Indonesia Masters 2026 Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit BBKSDA Jawa Timur dan Mahasiswa Lakukan Pengamatan Burung Migrasi di Tulungagung

Ekonomi

Kanada Perkuat Dukungan bagi Wirausaha Perempuan Indonesia Pasca Penandatanganan ICA-CEPA

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Pemerintah Kanada menyampaikan dukungan bagi pengembangan wirausaha perempuan di Indonesia menyusul penandatanganan perjanjian ICA-CEPA. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, yang menyoroti dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam keterangan yang dirilis, Duta Besar Jess Dutton menegaskan bahwa peningkatan ekonomi Indonesia menjadi perhatian utama, terutama aspek-aspek yang menopang keberlanjutan dan inklusivitas. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kanada untuk melihat peluang kerjasama yang dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha, termasuk perempuan.

Penandatanganan ICA-CEPA menjadi momen penting dalam hubungan bilateral antara Kanada dan Indonesia. Menurut pernyataan Dutton, langkah ini membuka ruang bagi dialog dan inisiatif yang memberi perhatian khusus pada segmen usaha yang berperan signifikan dalam perekonomian nasional.

Meskipun pernyataan resmi menekankan dukungan secara umum, fokus pada wirausaha perempuan mencerminkan perhatian terhadap peran kelompok ini dalam memperkuat struktur ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan semacam ini dinilai relevan mengingat peran perempuan dalam berbagai aspek usaha kecil dan menengah yang berkontribusi pada pertumbuhan lokal.

Foto terkait pemberitaan memperlihatkan momen menjelang atau setelah pengumuman resmi, menggambarkan hubungan kerjasama antara kedua negara di bidang ekonomi.

Sikap Kanada tersebut dipandang sebagai sinyal penting bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama mereka yang tergolong wirausahawan perempuan. Pernyataan resmi dari perwakilan diplomatik ini diharapkan membuka lebih banyak peluang diskusi dan kerja sama bilateral yang berorientasi pada pemberdayaan usaha.

Sejumlah pihak menilai bahwa dukungan internasional, termasuk dari mitra seperti Kanada, dapat memperkuat upaya nasional untuk mendorong inklusi ekonomi. Fokus pada kelompok yang selama ini menghadapi tantangan akses modal, jaringan bisnis, dan pelatihan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam wacana pemberdayaan wirausaha.

Dalam konteks hubungan dagang dan investasi, momen penandatanganan perjanjian seperti ICA-CEPA sering dianggap sebagai titik awal bagi inisiatif bersama yang lebih luas, termasuk program-program yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha. Pernyataan Duta Besar Jess Dutton mempertegas minat Kanada untuk ikut serta dalam proses yang mengedepankan kesinambungan dan keterlibatan komunitas usaha di Indonesia.

Dengan adanya dorongan dari mitra internasional, diharapkan wirausaha perempuan Indonesia akan memperoleh lebih banyak perhatian dalam perencanaan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan usaha. Ke depannya, perhatian terhadap kolaborasi bilateral akan terus menjadi bagian dari diskusi antarnegara demi mencapai tujuan bersama dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.

Gambar: Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton saat memberikan pernyataan terkait dukungan bagi usaha perempuan menyusul penandatanganan ICA-CEPA.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Seluruh Mitra Ojol Manfaatkan Potongan Iuran

13 Januari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Apkasindo: Perkuat Sektor Hulu Jadi Kunci Percepatan Hilirisasi Sawit

13 Januari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Grab Indonesia Salurkan Rp100 Miliar untuk Program Kesejahteraan Mitra

13 Januari 2026 - 18:30 WIB

ANTARA News

Ombudsman RI Salurkan Manfaat Rp42 Miliar Lewat Tahap Resmon pada 2025

13 Januari 2026 - 17:30 WIB

ANTARA News

Bank Lampung Catat Laba Bersih Rp200 Miliar pada 2025

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi