BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Ekonomi

Kanada Perkuat Dukungan bagi Wirausaha Perempuan Indonesia Pasca Penandatanganan ICA-CEPA

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Jakarta — Pemerintah Kanada menyampaikan dukungan bagi pengembangan wirausaha perempuan di Indonesia menyusul penandatanganan perjanjian ICA-CEPA. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, yang menyoroti dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam keterangan yang dirilis, Duta Besar Jess Dutton menegaskan bahwa peningkatan ekonomi Indonesia menjadi perhatian utama, terutama aspek-aspek yang menopang keberlanjutan dan inklusivitas. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kanada untuk melihat peluang kerjasama yang dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha, termasuk perempuan.

Penandatanganan ICA-CEPA menjadi momen penting dalam hubungan bilateral antara Kanada dan Indonesia. Menurut pernyataan Dutton, langkah ini membuka ruang bagi dialog dan inisiatif yang memberi perhatian khusus pada segmen usaha yang berperan signifikan dalam perekonomian nasional.

Meskipun pernyataan resmi menekankan dukungan secara umum, fokus pada wirausaha perempuan mencerminkan perhatian terhadap peran kelompok ini dalam memperkuat struktur ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan semacam ini dinilai relevan mengingat peran perempuan dalam berbagai aspek usaha kecil dan menengah yang berkontribusi pada pertumbuhan lokal.

Foto terkait pemberitaan memperlihatkan momen menjelang atau setelah pengumuman resmi, menggambarkan hubungan kerjasama antara kedua negara di bidang ekonomi.

Sikap Kanada tersebut dipandang sebagai sinyal penting bagi pelaku usaha di Indonesia, terutama mereka yang tergolong wirausahawan perempuan. Pernyataan resmi dari perwakilan diplomatik ini diharapkan membuka lebih banyak peluang diskusi dan kerja sama bilateral yang berorientasi pada pemberdayaan usaha.

Sejumlah pihak menilai bahwa dukungan internasional, termasuk dari mitra seperti Kanada, dapat memperkuat upaya nasional untuk mendorong inklusi ekonomi. Fokus pada kelompok yang selama ini menghadapi tantangan akses modal, jaringan bisnis, dan pelatihan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam wacana pemberdayaan wirausaha.

Dalam konteks hubungan dagang dan investasi, momen penandatanganan perjanjian seperti ICA-CEPA sering dianggap sebagai titik awal bagi inisiatif bersama yang lebih luas, termasuk program-program yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha. Pernyataan Duta Besar Jess Dutton mempertegas minat Kanada untuk ikut serta dalam proses yang mengedepankan kesinambungan dan keterlibatan komunitas usaha di Indonesia.

Dengan adanya dorongan dari mitra internasional, diharapkan wirausaha perempuan Indonesia akan memperoleh lebih banyak perhatian dalam perencanaan kebijakan dan program yang mendukung pengembangan usaha. Ke depannya, perhatian terhadap kolaborasi bilateral akan terus menjadi bagian dari diskusi antarnegara demi mencapai tujuan bersama dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.

Gambar: Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton saat memberikan pernyataan terkait dukungan bagi usaha perempuan menyusul penandatanganan ICA-CEPA.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla

26 Maret 2026 - 18:00 WIB

ANTARA News

Interactive Brokers Buka Fasilitas Transfer Portofolio Kripto untuk Menekan Biaya dan Memperluas Akses Pasar

26 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Harga Emas Pegadaian Menguat, UBS Rp2,862 Juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 Juta/gr

26 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Rupiah Dapat Sentimen Positif dari Ekspektasi Gencatan Senjata AS–Iran

25 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Furniture China 2026: Edisi Bersejarah yang Menyambungkan Desain dan Peluang Bisnis

25 Maret 2026 - 10:00 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi