Mapala UMI Berpartisipasi dalam Program Kemanusiaan di Tapanuli Selatan Pemerintahan Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin Genap Satu Tahun pada 20 Februari 2026 BI Sulsel Sediakan 120 Titik Layanan Penukaran Uang Tunai Komisi VII DPR Tekankan Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pengadaan Kendaraan Kopdes Kehadiran ‘Anabul’ Menjadi Bagian Wajah Kota Istanbul Harga Emas Jumat Pagi: UBS Rp2,965 juta/gr, Galeri24 Rp2,946 juta/gr

Dunia

Kehadiran ‘Anabul’ Menjadi Bagian Wajah Kota Istanbul

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Istanbul tak hanya terkenal karena sejarah dan arsitekturnya; bagi banyak pengunjung, kota ini juga dikenali lewat keberadaan kucing-kucing jalanan yang hampir selalu terlihat di setiap sudut. Beberapa langkah setelah keluar dari pintu kedatangan Bandara Istanbul Sabiha Gokcen, pelancong kerap langsung bertemu dengan kucing lokal yang tampak santai dan ramah.

Hadir di Ruang Publik

Kucing-kucing ini bukan fenomena terpencil. Mereka hadir di jalanan, trotoar, dan berbagai tempat umum sehingga menjadi salah satu pemandangan khas yang menyatu dengan ritme kehidupan kota. Bagi wisatawan yang baru tiba, pertemuan awal dengan “anabul”—sebutan populer untuk kucing peliharaan berbulu—sering memberi kesan hangat yang berbeda dari sambutan kota besar lainnya.

Interaksi dengan Warga dan Pengunjung

Interaksi antara kucing dan manusia terlihat alami: beberapa pejalan kaki berhenti sejenak untuk mengelus, sementara yang lain mengambil foto atau memberi sedikit makanan. Kehadiran hewan-hewan ini tampak diterima oleh komunitas setempat sebagai bagian dari kehidupan urban sehari-hari. Tidak jarang pula para pelancong menyebut perjumpaan dengan kucing-kucing jalanan sebagai salah satu pengalaman manis selama berkeliling Istanbul.

Bagian dari Identitas Kota

Keberadaan kucing-kucing ini turut membentuk identitas visual Istanbul. Mereka menjadi bagian dari pemandangan di sekitar kafe, pasar, dan tempat-tempat wisata, serta sering tampak santai meski berada di lingkungan yang sibuk. Bagi banyak orang, anabul-anabul tersebut memperkaya pengalaman berwisata dan menambah dimensi kehidupan kota yang hangat dan bersahabat.

Pandangan Netral terhadap Fenomena

Penting untuk melihat fenomena ini dengan sudut pandang netral: kehadiran kucing di ruang publik adalah kenyataan yang memberi warna pada kota, sekaligus menimbulkan tantangan pengelolaan satwa urban. Namun dari sisi pengalaman pengunjung, anabul-anabul itu cenderung menciptakan momen-momen sederhana yang menyenangkan, terutama bagi mereka yang menyukai hewan.

Singkatnya, bagi banyak orang yang menginjakkan kaki di Istanbul, pertemuan dengan kucing lokal menjadi bagian dari cerita perjalanan yang mudah diingat. Dari area keluar bandara hingga ke jalan-jalan kota, hampir selalu ada anabul yang siap menyambut — menambah sisi humanis pada kehidupan perkotaan Istanbul.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis Penjara Seumur Hidup

19 Februari 2026 - 21:00 WIB

ANTARA News

Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP, RI Minta Solusi Nyata untuk Kemerdekaan Palestina

19 Februari 2026 - 16:30 WIB

ANTARA News

Menlu Iran Sebut Putaran Kedua Negosiasi Tak Langsung dengan AS Berjalan Konstruktif

18 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Arab Saudi: Gencatan Senjata di Gaza Harus Berujung pada Pembentukan Negara Palestina

15 Februari 2026 - 17:00 WIB

ANTARA News

Zelensky Nyatakan Kesiapan Ukraina untuk Kesepakatan yang Menjamin Perdamaian Nyata

15 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Dunia