BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Humaniora

Kemendikdasmen Targetkan Lebih dari 21 Ribu Anak Putus Sekolah Siap Bekerja

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kemendikdasmen Bidik Lebih dari 21 Ribu Anak Putus Sekolah untuk Siap Bekerja

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan target lebih dari 21 ribu anak yang berstatus tidak sekolah agar dapat siap masuk ke dunia kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menangani permasalahan putus sekolah dan meningkatkan peluang ekonomi bagi anak-anak yang terdampak.

Tujuan utama dari target tersebut adalah memfasilitasi anak-anak yang selama ini tidak mengikuti pembelajaran formal agar memiliki keterampilan dan kesiapan bekerja. Dengan fokus tersebut, Kemendikdasmen menempatkan perhatian pada aspek reintegrasi sosial dan ekonomi bagi peserta program.

Program yang diarahkan untuk mencapai target itu diharapkan mampu membuka akses bagi anak-anak tidak sekolah ke jalur alternatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan yang bersifat mempersiapkan peserta untuk bisa mandiri secara ekonomi menjadi salah satu perhatian utama agar hasil program memberi manfaat jangka panjang.

Upaya terhadap anak-anak yang tidak sekolah ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi lebih luas untuk menurunkan angka putus sekolah dan memulihkan hak atas pendidikan dan kesempatan bekerja. Pemenuhan target diharapkan berkontribusi pada pengurangan kerentanan sosial yang dialami kelompok usia sekolah yang keluar dari sistem pendidikan formal.

Peran berbagai pihak dianggap penting untuk mewujudkan target tersebut. Keterlibatan keluarga, komunitas, penyelenggara pelatihan, dan pemangku kepentingan relevan lain menjadi faktor penentu keberhasilan upaya reintegrasi dan pembekalan. Sinergi antar-lini diharapkan dapat menciptakan jalur yang lebih mudah diakses bagi anak-anak yang membutuhkan, serta menyediakan bimbingan yang berkelanjutan.

Monitoring dan evaluasi juga dipandang perlu untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Penilaian berkala terhadap capaian serta hambatan yang muncul akan membantu memperbaiki pendekatan sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Penting dicatat bahwa fokus program ini bukan semata pada penempatan kerja sementara, melainkan pada pemberian bekal yang memungkinkan anak-anak membangun kemandirian ekonomi. Pendekatan holistik yang mencakup aspek pendidikan dasar, keterampilan, dan pendampingan diharapkan menjadi modal utama bagi peserta untuk memasuki dunia kerja secara lebih siap.

Dengan adanya target lebih dari 21 ribu anak tersebut, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menanggulangi masalah putus sekolah serta memperluas kesempatan kerja bagi kelompok rentan. Keberhasilan pencapaian target akan bergantung pada perencanaan program yang matang, dukungan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam proses reintegrasi anak-anak ke jalur produktif.

Foto: Ilustrasi program Kemendikdasmen

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Program Makan Bergizi Gratis Kini Menjangkau Lansia dan Penyandang Disabilitas

24 Maret 2026 - 09:00 WIB

ANTARA News

Makna Hari Raya dalam Memperkuat Fungsi Keluarga

23 Maret 2026 - 19:00 WIB

ANTARA News

Lebaran dan Kewajiban untuk Bahagia: Antara Tradisi dan Harapan

23 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1

22 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

Dubes RI untuk Thailand Tekankan Persatuan dan Silaturahmi pada Perayaan Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News
Trending di Humaniora