BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia Mentan Pastikan Stok Pangan Nasional Aman Menghadapi El Nino Godzilla Puncak Gelombang Kedua Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diperkirakan Terjadi Minggu Jalan Kayu Mas Utara di Pulogadung Amblas, Mobilitas Pengendara Terganggu Sejak Lebaran Kesepakatan Inggris-Prancis 2023 Dikaitkan dengan Peningkatan Kematian Migran di Selat Inggris Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

Warta Bumi

Kemenhut Izinkan Pemanfaatan Kayu Hanyut untuk Pemulihan Banjir di Sumatera

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kemenhut Berikan Izin Pemanfaatan Kayu Hanyut di Sumatera

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah mengeluarkan izin untuk memanfaatkan kayu yang terbawa hanyut akibat banjir yang melanda wilayah Sumatera. Kebijakan ini bertujuan membantu percepatan pemulihan pasca bencana dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien dan bertanggung jawab.

Kayu yang hanyut selama banjir seringkali menumpuk di permukiman dan area lainnya sehingga menghambat proses pemulihan serta menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat. Dengan izin ini, kayu tersebut dapat diolah dan digunakan untuk kebutuhan darurat, membantu pemulihan infrastruktur dan kegiatan masyarakat yang terdampak banjir.

Pemberian izin ini merupakan bagian dari langkah cepat tanggap Kemenhut dalam menghadapi bencana alam yang terjadi di Sumatera. Pemanfaatan kayu hanyut diharapkan dapat meringankan beban pasca bencana serta mengoptimalkan penggunaan material yang sudah tersedia, tanpa harus menunggu pasokan dari sumber lain.

Kemenhut juga menekankan pentingnya pengelolaan kayu secara berkelanjutan agar tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Kayu hanyut yang dimanfaatkan harus mengikuti prosedur yang ditetapkan sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan dengan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kebijakan ini, diharapkan proses pemulihan di wilayah Sumatera pasca banjir dapat berjalan lebih cepat dan efisien, membantu masyarakat kembali normal dan mengurangi dampak lanjutan dari bencana alam tersebut.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BBKSDA: Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Wafat Akibat Virus Panleukopenia

26 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Dari Sampah Jadi Harapan: SATURUMA dan Pandawara Luncurkan Program CSR untuk Lingkungan

26 Maret 2026 - 13:00 WIB

ANTARA News

BMKG Ingatkan Waspada Hujan Disertai Kilat dan Angin di Mayoritas Kota Besar

23 Maret 2026 - 08:00 WIB

ANTARA News

IPB: Limbah Kelapa Sawit Berpeluang Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

22 Maret 2026 - 20:00 WIB

ANTARA News

Menteri Lingkungan Hidup Tegur Pengelola Terminal Kertonegoro karena Kebersihan Kurang

15 Maret 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News
Trending di Warta Bumi