Indonesia dan Mimpi Kolektif Negara D-8: Menopang Harap dari Posisi Menunggu BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik Toyota Perbarui Yaris dan Yaris Cross 2026 dengan Peningkatan Teknologi Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China KAI Tindaklanjuti Laporan Pelecehan Seksual pada Layanan Commuter Line dengan Bantuan CCTV Analytic

Ekonomi

Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Fesyen dengan Basis Potensi Daerah

badge-check


					ANTARA News Perbesar

ANTARA News

Kemenperin Dorong Penguatan Ekosistem Industri Fesyen Berbasis Potensi Daerah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melanjutkan upaya memperkokoh ekosistem industri fesyen nasional dengan menempatkan potensi daerah sebagai titik fokus pengembangan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memaksimalkan keunggulan lokal dan memperkuat basis produksi yang berakar pada sumber daya, keterampilan, dan tradisi tiap wilayah.

Strategi pengembangan berbasis daerah

Pergeseran perhatian ke basis potensi daerah membuka ruang bagi diversifikasi produk fesyen yang lebih autentik dan bernilai tambah. Dengan mengandalkan karakteristik lokal—mulai dari kearifan tradisional, teknik tenun dan bordir, hingga bahan baku yang ada di wilayah—pengembangan industri diharapkan mampu menangkap ceruk pasar yang lebih luas, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya material.

Dampak terhadap rantai nilai industri

Pemberdayaan wilayah sebagai pusat pengembangan fesyen juga berimplikasi pada penguatan rantai nilai lokal. Kegiatan produksi yang tumbuh di daerah dapat merangsang keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), desainer lokal, hingga pemasok bahan baku. Selain itu, pengembangan keterampilan dan kapasitas produksi di tingkat daerah dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas ekspor ke depan.

Peluang bagi inovasi dan kolaborasi

Memusatkan perhatian pada potensi daerah membuka peluang untuk beragam kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, lembaga pendidikan, dan komunitas kreatif. Kolaborasi semacam ini memungkinkan transfer pengetahuan teknis, peningkatan kapabilitas desain, serta pengembangan produk yang berorientasi pasar tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.

Kontribusi terhadap perekonomian daerah

Pengembangan ekosistem industri fesyen yang berakar di daerah dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pelaku usaha, dan penguatan usaha mikro. Selain itu, produk fesyen bernuansa lokal berpotensi meningkatkan citra daerah dan menarik perhatian pembeli di pasar domestik maupun internasional.

Pentingnya kesinambungan dan kelembagaan

Agar upaya berbasis potensi daerah berjalan efektif, diperlukan dukungan kebijakan yang konsisten, fasilitasi akses permodalan, serta pembinaan teknis yang berkelanjutan. Kelembagaan yang kuat pada tingkat daerah juga dibutuhkan untuk mengoordinasikan program-program pelatihan, pengembangan standar kualitas, dan akses ke saluran pemasaran yang lebih luas.

Kesimpulan

Inisiatif Kemenperin yang menempatkan potensi daerah sebagai landasan pengembangan industri fesyen menunjukkan arah pembangunan yang mengakomodasi keberagaman sumber daya nasional. Pendekatan ini diharapkan memperkuat daya saing sektor fesyen sekaligus mendorong pemerataan manfaat ekonomi di berbagai wilayah.

Foto: ANTARA News

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BI: Kapasitas Penyaluran Kredit Masih Longgar, Didorong untuk Percepat Pertumbuhan

28 Februari 2026 - 16:00 WIB

ANTARA News

Pengamat Dorong Tetap Dibukanya Opsi Transit Saat Diskon Tiket Pesawat untuk Mudik

28 Februari 2026 - 15:30 WIB

ANTARA News

Kemendag: Kenaikan Harga Referensi CPO Dikaitkan dengan Permintaan India dan China

28 Februari 2026 - 14:30 WIB

ANTARA News

AHY: Momentum Ramadan Tingkatkan Daya Beli dan Gerakkan Ekonomi Lokal

27 Februari 2026 - 19:30 WIB

ANTARA News

Patra Jasa Luncurkan Rangkaian Promo Menyambut Ramadan 1447 H

27 Februari 2026 - 10:30 WIB

ANTARA News
Trending di Ekonomi